BI Sibolga Lakukan Hal Ini Untuk Megendalikan Inflasi

oleh
Walikota Sibolga Syarfi Hutauruk bersama dengan Bupati Taput yang diwakili Asisten I menunjukkan Nota Kesepahaman antara Pemko Sibolga dan Pemkab Taput di Aula BI Sibolga, Rabu (21/11). (batakpost.com/HAT)

Sibolga, 21/11 (Batakpost.com)- Bank Indonesia Sibolga melakukan langkah-langkah untuk dapat menjaga inflasi dan deflasi di wilayah kerja Bank Indonesia Sibolga yang mencakup 16 Kabupaten/kota di Sumatera Utara. Salah satu upaya yang dilakukan dengan memfasilitasi kerjasama antar daerah yang sifatnya saling menguntungkan.

Hari ini Rabu, (21/11) bertempat di Aula Bank Indonesia Sibolga, tiga kepala daerah yakni Walikota Sibolga Syarfi Hutauruk, Bupati Humbang Hasundutan Dosmar Banjarnahor, dan Bupati Taput Nikson Nababan yang diwakili Asisten I Parsaoran Hutagalung menadatangani Nota Kesepahaman tentang komuniditi holtikultura dan perdagangan komuditi pertanian dalam arti luas.

Ketika daerah sepakat siap mendukung dan menindaklanjuti kerjasama tersebut dalam waktu dekat.

Bupati Humbang Hasundutan Dosmar Banjarnahor dalam sambutannya menyebutkan, bahwa dengan adanya kerjasama dalam bidang pertanian dan holtikultura, akan berdampak positif kepada masyarakat ketiga daerah.

“Kami dari Humbang Hasundutan siap mensuplay cabai merah, cabai rawit, tomat, bawang merah, bawang putih dan buah-buahan ke Sibolga. Demikian juga dari Sibolga bisa mensuplay ikan ke Humbang Hasundutan. Dengan demikian kebutuhan pangan antara ketiga daerah akan terjaga. Untuk itu kami tunggu action dari kerjasama ini dalam waktu dekat,”harap Dosmar dalam sambutannya.

Bupati Humbang Hasundutan Dosmar Banjarnahor saat menandatangani MoU antara Pemkab Humbang dan Pemko Sibolga bidang Holtikultura yang difasilitasi BI Sibolga. (batakpost.com/HAT)

Menurutnya, untuk saat ini Pemkab Humbang Hasundutan siap mesuplay 6 ton cabai merah. Karena Pemkab Humbang sudah memiliki cold storage yang sanggup menampung puluhan ton cabai dengan harga yang terjangkau.

“Untuk itu kami mengucapkan terimakasih kepada Bank Indonesia Sibolga yang sudah memfasilitasi kerjasama yang saling menguntungkan ini,”kata Dosmar.

Hal senada juga disampaikan Bupati Tapanuli Utara, Nikson Nababan melalui Asisten I, Parsaoran Hutagalung.

Menurutnya pada bulan Maret 2016 sewaktu Pemkab Taput mengikuti rapat tentang pengendalian inflasi, Pemkab Taput langsung mensiasati dengan menciptakan program strategis yakni Pasar Lelang Komuditi Pertanian di Tapanuli Utara. Tujuannya untuk menjaga produksi pertanian.

Walikota Sibolga Syarfi Hutauruk dalam sambutannya menjelaskan, rencana kerjasama itu sudah dirancangnya sekitar dua tahun yang lalu. Namun karena sesuatu hal baru hari ini dapat dilangsungkan.

“Sibolga pernah menjadi inflasi tertinggi nomor dua tingkat Nasional. Dan penyebabnya adalah cabai merah. Melihat kenyataan itulah saya berpikir apa yang harus dilakukan untuk mengantisipasinya. Dan satu-satunya cara adalah dengan melakukan kerjasama dengan daerah penghasil cabai seperti Humbahas dan Tapauli Utara yang memiliki lahan cukup luas. Rencana itupun disambut baik oleh BI Sibolga yang ditandai dengan penandatangan MoU hari ini. Saya yakin dengan kerjasama ini akan menguntungkan ribuan masyarakat di ketiga daerah. Karena Sibolga juga akan mensuplay ikan laut ke Humbang dan Taput. Jika masyarakat sudah diuntungkan maka pembangunan akan berjalan dengan baik,”sebut Syarfi.

Sementara itu Kepala Perwakilan Bank Indoesia Sibolga, Suti Masriani Nasution memaparkan, bahwa BI memiliki tugas untuk menjaga inflasi. Dan salah satu upaya yang dilakukan BI Sibolga adalah, dengan memfasilitasi kerjasama ketiga antar daerah supaya inflasi dan deflasi dapat terjaga dengan baik.

Penandatanganan kerjasama ini turut dihadiri pimpinan Perbankan yang ada di Sibolga, para OPD dan juga pengusaha ikan dan cabai yang ada di Sibolga. (HAT)