Inilah manfaat menggunakan kartu ATM berlogo GPN

oleh
PElatihan Wartawan Ekonomi Provinsi Sumatera Utara. (batakpost.com/HAT)

Parapat, 15/11 (Batakpost.com)-Bank Indonesia secara resmi sudah meluncurkan kartu ATM berlogo Gerbang Pembayaran Nasional (GPN). Dengan kehadiran ATM berlogo GPN ini akan memudahkan nasabah bank melakukan transaksi pembayaran non tunai menggunakan kartu debit di mesin ATM maupun perangkat electronic data capture (EDC) atau mesin gesek kartu ATM yang ada di toko atau merchant.

Menurut Yudhawastu selaku Analisis Sitem Pembayaran Kantor Perwakilan Bank Indonesia menjelaskan, dengan GPN pemilik kartu debit bank tertentu bisa bertransaksi melalui mesin ATM atau perangkat EDC bank lain tanpa dikenakan biaya administrasi.

Bukan hanya itu, bertransaksi dengan kartu ATM berlogo GPN dijamin lebih aman, berkualitas dan efisien, karena GPN telah dilengkapi dengan fitur keamanan yang terstandarisasi serta seluruh proses dilakukan di dalam negeri melalui jaringan domestik.

“GPN ini adalah produk dalam negeri bahkan lambangnya saja burung Garuda dan transaksi dilakukan di dalam negeri. Berbeda dengan kartu berlogo visa atau master card yang proses routing transaksinya masih dilakukan di luar negeri yaitu di Amerika dan kembali lagi ke Indonesia. Jadi GPN ini adalah sistem pembayaran yang terbaik produk anak bangsa yang bisa bersaing dengan manca negara,” ungkap Yudhawastu saat tampil sebagai pembicara dalam acara Pelatihan Wartawan Ekonomi Provinsi Sumatera Utara di Inna Hotel Parapat, Rabu.

Ia pun mengajak para nasabah bank agar menukarkan kartu ATM dengan ATM berlogo GPN. Karena penukaran kartu ini gratis. Selain itu banyak keuntungan yang diperoleh menggunakan kartu ATM berlogo GPN.

“GPN ini adalah sistim yang dikeluarkan oleh BI untuk kartu ATM perbankan dan sistim pembayaran di Indonesia. Jadi BI itu bukan mengeluarkan kartu ATM baru, melainkan sistim yang kita buat. Karena ada persepsi di masyarakat seakan-akan Bank Indonesia mengeluarkan kartu ATM baru berlogo GPN dan kartu ATM yang lama tidak berfungsi lagi. Ini perlu kami luruskan, bahwa yang mengeluarkan ATM itu adalah bank masing-masing bukan Bank Indonesia,”tandasnya. (RED)