Kapolres Sibolga dan Tapteng: Berita Penculikan Anak di Tapteng Adalah Hoaks

oleh
Pesan yang sempat beredar bahwa terjadi penculikan anak di Tapteng. Pihak kepolisian memastikan tidak ada penculikan anak di Tapteng dan di Sibolga, dan pesan it dupastikan Hoks dan jagan dipercaya. (batakpost.com/Ist)

Tapteng, 1/11 (Batakpost.com)- Berita penculikan anak yang katanya telah terjadi di Kabupaten Tapanuli Tengah sempat beredar di media sosial dan juga pesan berantai melalui jaringan WA. Berikut isi pesannya. “Bagi warga Sibolga dan sekitarnya, hati-hati jaga anak anda, tolong sebarkan kepada seluruh teman yang mempunyai anak kecil. Td sekitar pukul 9 pagi telah terjadi kasus penculikan anak kecil di jalan poriaha, anak tersebut ditarik paksa masuk kedalam mobil, beruntung anak tersebut, menjerit dan massa mengejar, penculik dapat dan dihajar massa, kemungkinan sekarang pelaku sedang berada di Polres Sibolga atau polsek kolang, mohon berhati-hati, saya dapat informasi dari teman dekat saya yang berada di poriaha…Semoga informasi ini bermanfaat buat kita semua dan membuat kita harus selalu lebih waspda terimakasih. Kiriman WA dr teman”

Itulah pesan berantai yang sempat tersebar di grup WA beberapa hari ini.

Menyikapi hal itu, Kapolres Tapanuli Tengah AKBP Hari Setyo Budi yang dikonfirmasi menyebutkan, tidak ada satupun warga masyarakat Tapteng yang melapor anggota keluarganya ada yang hilang atau diculik.

“Itu berita hoaks, tidak ada penculikan di Tapteng. Jadi masyarakat jangan mudah percaya dengan informasi yang tidak jelas sumbernya, karena itu akan dapat meresahkan masyarakat. Silahkan saja anak-anaknya bermain seperti biasanya,”kata Kapolres.

Demikian juga dengan penjelasan dari Kapolres Sibolga AKBP Edwin Hariandja. Pihaknya tidak ada menerima pengaduan terkait adanya anak yang hilang di Kota Sibolga.

“Tidak ada laporan atau pengaduan yang menyebutan ada anaknya hilang atau pelaku penculikan. Masyarakat diminta agar jangan mudah terpancing apalagi melakukan tindakan terkait informasi yang tidak jelas sumber dan kebenarannya,”sebut Edwin.

Sementara itu Kepala Divisi Hubungan Masyarakat Polri Inspektur Jenderal Setyo Wasisto dalam termu pers di jakarta mengatakan pihaknya tengah menganalisis dan memverifikasi berita-berita penculikan anak dan segera mengungkap yang bersifat hoaks secara tuntas.

“Sedang dianalisis dan diverifikasi berita penculikan yang diposting di media sosial tersebut. Postingan di media sosial adalah hoaks dan akan segera kami ungkap secara tuntas, termasuk penyebarnya,” kata Setyo di Markas Besar (Mabes) Polri, Jakarta Selatan Rabu sebagaimana dilansir CNN Indonesia. (RED/CNN Indonesia)