Setelah Vakum 16 Tahun , Group Opera Silindung Lahir Kembali

oleh
Para pemain Group Opera Silindung (GOS) hasil program Belajar Bersama Maestro (BBM) Opera Batak di Tarutung, sejak 29 September-15 Oktober 2018, yang melahirkan kembali GOS. (batakpost.com/IST)

Taput, 31/10 (Batakpost.com)- Setelah vakum hampir 16 tahun, Group Opera Silindung (GOS) terlahir kembali dengan regenerasi baru dari hasil program Belajar Bersama Maestro (BBM) Opera Batak di Tarutung, sejak 29 September-15 Oktober 2018 lalu bersama dengan sang Maestro Thompson HS.

Kegiatan BBM Opera Batak yang berakhir pada 15 Oktober 2018 lalu ditandai dengan pertunjukan Opera Batak “Na I Hasagian”, sebelum acara Simposium Nasional Festival Tenun Nusantara, di Sopo Partungkoan Tarutung.

Thompson HS dalam siaran Persnya menyebutkan, bahwa GOS ingin diaktifkan sebagai kelanjutan BBM Opera Batak berdasarkan kesepakatan semua peserta selepas mengadakan Field Trip ke Muara pada 17 Oktober 2018.

“Mereka merumuskan rencana diaktifkannya kembali grup percontohan dari hasil pelatihan Revitalisasi Opera Batak di Tarutung 2002 yang lalu,” tukas Thompson.

GOS berhenti aktivitasnya pada 2005 setelah sempat mengadakan pertunjukan Opera Batak “Siboru Tumbaga” di Tarutung, Medan, di Jakarta, Sipoholon, Laguboti, dan Siantar.

Aktivitas GOS di luar pertunjukan selalu dilakukan di sekretariat yang pernah dikontrak di Desa Hutagalung dan Hutabarat, Tarutung sampai 2004.

Para pemain GOS hasil revitalisasi 16 tahun yang lalu di Silindung. (batakpost.com/IST)

Sayang sekali GOS tidak punya penggerak setelah Pusat Latihan Opera Batak (PLOt) mulai beroperasi di Siantar pada 2005 untuk melanjutkan program revitalisasi Opera Batak.

“Namun sesungguhnya GOS sudah diserahkan sebagai grup percontohan kepada pemerintahan di Tapanuli Utara waktu itu,” beber Thompson.

Adapun Program Pelatihan Revitalisasi Opera Batak dilaksanakan pada masa pemerintahan RE Nainggolan MM dan bekerjasama dengan kolega Asosiasi Tradisi Lisan (ATL) di Sumatera Utara melalui Prof Dr Robert Sibarani MS dan almarhum Prof Ahmad Samin Siregar SS dengan melibatkan Thompson dalam program tersebut.

“Ternyata setelah 16 tahun dan kesempatan BBM Opera Batak yang diprogram oleh BPNB Aceh, GOS seperti harus direvitalisasi juga,” ucapnya.

Dukungan dari Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Taput tetap untuk upaya pengaktifan GOS, di samping dukungan Satika Simamora, Ketua Dekranas Tapanuli Utara ketika Senin (29/10/2018) ditemui di rumah dinas Bupati Taput oleh dua pembimbing pengaktifan GOS, yaitu Welly Simbolon dan Samuel Harianja.

Welly merupakan dosen di STAKPN Tapanuli Utara, sedangkan Samuel merupakan anggota GOS generasi kedua yang dilibatkan sebagai pelatih pada kegiatan BBM Opera Batak 2018, yang berlangsung pada 29 September – 12 Oktober 2018 lalu. (red)