Ini Mimpi Ibu Rudi Lumbantoruan Sebelum Pesawat Lion Air Jatuh

oleh
Ibu Rudi Lombantoruan Rudi (Ompung Quineesha boru br Hutauruk) saat memengang foto wisuda anaknya Rudi yang menjadi korban jatuhnya pesawat Lion Air. (batakpost.com/HAT)

Tapteng, 31/10 (Batakpost.com)-Hubungan emosial antara ibu kepada anaknya tidak dapat dipisahkan. Naruli seorang ibu selalu berbicara dan dapat merasakan apa yang dihadapi anaknya. Kedekatan itulah yang menjadikan sosok seorang ibu paling berharga dihidup kita. Seorang ibu memberikan segalanya untuk jiwa anaknya. Kehadiran ibu jugalah selalu membuat hari-hari anaknya indah dengan segala kasih sayang yang diberikannya. Maka dari itu, naluri dari seorang ibu terhadap buah hatinya pasti ada di dalam jiwanya.

Hal itulah yang dirasakan oleh ibu Rudi Lubamtoruan yang menjadi korban tragedi jatuhnya Pesawat Lion Air JT 610 Senin pagi di perairan Krawang. Sebelum pesawat yang ditumpangi Rudi jatuh, ibu Rudi telah bermimpi, namun ia tidak dapat mengartikan apa maksud mimpinya itu.

“Hari Minggu dini hari saya bermimpi. Saya mendapatkan emas banyak. Ada anting-anting ada cincin. Emas ini aku ambili dari tanah. Sesudah itu emas itu jatuh ke pasir dan tak bisa aku ambil lagi. Rupanya itulah arti dari mimpiku, anak saya Rudi yang menjadi emas bagiku itu jatuh ke pasir dan tidak bisa aku ambil lagi,”tangis Ibu Rudi (Ompung Quineesha boru br Hutauruk) di kediamannya di Gang Saroha Kelurahan Lubuk Tukko.

Sambil memegang foto wisuda Rudi sewaktu kuliah di USU, nenek berusia 62 tahun ini terus meraung-raung memanggil nama anaknya Rudi sembari memeluk foto anaknya.

Rudi Lumbantoruan bersama dengan Istrinya Dewi Manik dan Kedua Anaknya Quineesha dan Unggul tampak bahagia foto bersama. (batakpost.com/facebook)

“Boho do dihilala ho anakku Rudi, boi do annon hubereng bangke mi amang..Amang jo Tuhan hancit nai sitaonon hon. Didia do nungaeng anakku si Rudi i, nungga manongnong be ra ho ate amang jala nungga masarsar be ra dagingmi na timbo i ate Rudi. Nagantengan do anakkon, timbo jala burju. Molo humuriki pe on, sae tur mekkel do on, huhut di haol on au. Amang Rudi….tu dia nama au amang, paet nai na tataon on amang,”. (Apa yang kau rasakan sekarang anakku Rudi, apakah masih bisa kulihat utuh jasadmu nanti anakku? Tuhan kok begitu pedih yang kami alami ini. Rudi.. dimananya kau anakku sekarang, sudah hancurkah badanmu yang tinggi dan tampan itu nak, sudah rusakkah badan mu itu? Kalau kumarahi anakku ini, selalunya ketawa anakku ini dan langsung dipeluknya aku. Anakku Rudi kok pahit kalilah penderitaan kita ini amang), tangis ibu Rudi sembari meratap (mangandung) yang membuat seisi rumah turut menangis.

Selain ibu Rudi bermimpi mendapat emas, ia juga membuka file izajah Rudi. Ia mengaku bahwa selama ini tidak pernah dipegang atau dibuka ijazah anaknya itu. Namun pada hari Sabtu, (27/10) di saat Rudi mandi-mandi bersama anak dan keponakannya ke Aloban, ia membuka-buka foto file ijazah anaknya.

“Inilah tanda-tanda dibalik kejadian ini, karena ijazah anakku Rudi yang kubuka kemarin, harus dikirim ke Jakarta untuk mencocokkan sidik jarinya yang ada di ijazah itu,” tangis ibu Rudi.

Sementara itu sempel darah kedua anak Rudi beserta potongan rambut dan kukunya sudah tiba di Jakarta tadi malam sekitar pukul 21.00WIB untuk dilakukan tes DNA. (HAT)

Berikut video Ibu Rudi saat mangandung: