Apakah Darahku Ini Bisa Mengembalikan Bapakku Ompung?

oleh
Quineesha Florensia Lumbantoruan, (9) anak pertama Rudi Lumbantoruan saat diambil sempel darahnya, tampak menangis menahan sakit sembari memanggil bapaknya. (batakpost.co/HAT)

Tapteng, 30/10 (Batakpost.com)- “Untuk apa darah kami diambil ompung,”? Itulah pertanyaan kedua anak Rudi Lumbantoruan ketika sempel darahnya diminta untuk dikirimkan ke Jakarta, Selasa siang (30/10).

Adapun kedua anak Rudi bernama Quineesha Florensia Lumbantoruan, (9) dan Unggul Dera Jadian Lumbantoruan, (7). Dimana pihak Rumah Sakit Polri Jakarta meminta untuk dilakukan tes DNA kepada mereka berdua sekaitan peristiwa jatuhnya pesawat Lion Air JT 610 kemarin di Krawang. Namun karena keduanya merasa trauma akan kejadian yang menimpah bapaknya, keduanya tidak mau dibawa ke Jakarta untuk melakukan tes DNA.

“Kami gak mau Ompung naik pesawat, pokoknya kami tidak mau naik pesawat!”kata mereka berdua menolak bujukan Ompung dan keluarganya. Padahal pakaian perlengkapan keduanya sudah disiapkan untuk berangkat ke Jakarta, Selasa siang dari bandara Pinangsori.

Karena tidak mau naik pesawat, akhirnya pihak Rumah Sakit Polri Jakarta memberikan solusi dengan meminta agar dikirimkan sempel darah kedua anaknya, beserta dengan rambut dan kukunya. Untuk melaksanakan pengambilan darah ini, Direktur RSUD Pandan, dr Indra bersama dengan timnya turun langsung ke rumah orangtua Rudi. Dengan dipandu dokter dari Rumah Sakit Polri Jakarta, proses pengambilan sampel darahpun dilakukan.

Awalnya kedua anak Rudi yang masih duduk dibangku SD itu menolak untuk diambil darahnya. Maklum mereka belum mengerti apa itu tes DNA.

Unggul Dera Jadian Lumbantoruan, (7) anak kedua dari Rudi Lumbantoruan saat diambil sempel darahnya. Sembari menangis Unggul juga memanggil nama Bapaknya. (batakpost.com/HAT)

“Untuk apa kalian ambil darah kami? Apakah dengan darah kami ini bisa mengembalikan bapakku datang ke rumah ini. Bapak…..mau diambil darahku pak, nanti sakit pak…,”tangis Quineesha yang membuat para tetangga dan masyarakat yang berkumpul di rumah itu tak sanggup menahan air mata mereka.

Kedua Ompung Quineesha dan bibiknya terus membujuk dan merayu kedua anak Rudi agar mau diambil darahnya. Dengan sabar mereka menjelaskan, dengan diambilnya darah mereka, maka akan dapat dipastikan apakah bapaknya sudah ditemukan atau belum.

“Asal benarlah darah kami ini dapat menemukan Bapakku, gak apa-apalah diambil,”jawabnya sembari menangis. Kesempatan itupun langsung dimanfaatkan tim medis RSUD Pandan dengan mengabil beberapa cc darah mereka berdua.

Selain darah, potongan kuku dan rambut keduanya juga turut dikirimkan ke Jakarta. Dengan adanya sempel tersebut bisa membantu pihak RS Polri untuk melakukan tes DNA dan identivikasi.

Adik ipar Rudi, Jon Sitorus menyebutkan, bahwa sempel darah dan kuku serta rambut sudah dikirim melalui pesawat Wings Air sekitar pukul 14.00WIB dari Bandara Pinangsori, Selasa. Ia pun mengucapkan terimakasih kepada pihak RSUD Pandan yang sudah membantu proses pengambilan sempel darah.

Menurutnya, selain tes sempel darah, turut juga dikirimkan ijazah Rudi mulai dari SD sampai Sarjana, untuk dilakukan pencocokan sidik jari. Mereka berharap dengan adanya upaya ini, kiranya kondisi Rudi dapat ditemukan.

Ayah Rudi juga tak henti-hentinya berdoa dan memohon doa agar anaknya Rudi dapat ditemukan dalam kondisi bagaimanapun.

“Mohon doanya agar anak kami Rudi bisa ditemukan dan dapat dibawa ke rumah ini. Itulah doa permohonan kami kepada Tuhan. Kasihan anak-anaknya masih kecil-kecil butuh perhatian dari bapaknya,”kata Ompung Quineesha Doli sambil melap air matanya.

Kediaman orangtua Rudi terus didatangi warga dan keluarga untuk memberikan doa dan semangat untuk tabah menghadapi ujian berat ini. (HAT)