Rudi Lumbantoruan Warga Tapteng Salah Satu Penumpang Lion Air Yang Jatuh

oleh
Ibu Rudi Lumbantoruan boru Hutauruk saat menangis begitu mengetahui anaknya Rudi menjadi korban penumpang pesawat naas itu. (batakpost.com/HAT)

Tapteng, 29/10 (Batakpost.com)- Salah satu penumpang pesawat Lion Air JT610 yang jatuh di perairan Karawang, Senin pagi, (29/10) adalah warga Lubuk Tukko Kecamatan Pandan, Kabupaten Tapanuli Tengah, Sumatera Utara atas nama Rudi Lumbantoruan, (39).

Kepastian Rudi Lumbantoruan menjadi salah satu korban jatuhnya pesawat naas itu setelah pihak keluarga memastikan bahwa nama yang ada dimanifes sesuai dengan nama Rudi anak mereka.

Isak tangis ibu Rudi Boru Hutauruk dan istrinya Dewi Manik serta kedua anaknya tak terbendung setelah mengetahui lewat media bahwa keluarga mereka menjadi salah satu korban dalam peristiwa itu.

Ayah Rudi Oppung Kwinsa Lumbantoruan di kediamannya tepatnya di Kelurahan Lubuk Tukko, Kecamatan Pandan, Tapanuli Tengah, Senin sore menuturkan, bahwa anak pertamanya itu terbang dari Bangka Belitung sekitar seminggu yang lalu untuk mengikuti rapat di Medan.

Rudi sendiri menduduki posisi sebagai Manger disalah satu perusahaan sawit di Bangka Belitung yang juga memiliki cabang di Kabupaten Tapanuli Tengah.

“Setelah anak saya itu selesai rapat dari Medan, disempatkannya singgah ke rumah kami dan juga ke rumah anak dan istrinya yang letaknya tidak begitu jauh dari rumah kami ini. Sesudah itu, ia pun mengambil tiket pulang dari Bandara Pinangsori Tapanuli Tengah menuju Jakarta, menggunakan Wings Air transit Medan,”ujarnya sembari melap air matanya.

Diungkapkannya, bahwa anaknya Rudi terbang dari Pinangsori hari Minggu (28/10) sekitar pukul 09.00WIB tujuan Jakarta transit Medan. Rupanya pesawat transit Lion Air Tujuan Jakarta delay, dan baru berangkat sekitar sorenya. Karena delay itu, pesawat Lion Jurusan Jakarta-Pangkal Pinang sudah berangkat duluan.

“Seandainya tidak delay pesawat anakku itu dari Medan ke Jakarta, mungkin tidak seperti ini kejadiannya. Dan kamipun baru tahu kalau Rudi terpaksa menginap di Soekarno Hatta menunggu penerbangan berikutnya, yaitu penerbangan jam 6 pagi tadi. Itupun setelah menantu saya (Istri Rudi) memberitahukan. Dan menurut menantu saya, sebelum Rudi terbang, mereka masih sempat video call,”ujarnya.

Setelah dipastikan anggota keluarga mereka menjadi korban jatuhnya pesawat tersebut, istri korban boru Manik langsung terbang menuju Jakarta tadi siang melalui Bandara Pinangsori. Sementara rumah orangtua korban terus ramai dikunjungi para keluarga dan teman-teman Rudi.

Isak tangis ibu Rudi tidak terbendung menyaksikan tayangan ditelevisi yang menyebutkan mayat penumpang Lion mulai dievakuai Basarnas. (HAT)