oleh

Si Ibu Dalam Posisi Memeluk Anaknya

Sibolga, 11/10 (Batakpost.com)- Suasana di gang Senggol Ketapang Kelurahan Simaremare Sibolga Utara pasca meninggalnya 4 orang warganya karena tertimbun longsor terus padat. Ratusan warga yang datang ke lokasi gang sempit itu saling berdesakan untuk melihat bagaimana kondisi yang terjadi di Tempat Kejadian Perkara (TKP) Kamis malam, (11/10).

Rasa penasaran warga atas kronologis kejadian menjadi pertanyaan kepada warga yang tinggal di sekitar lokasi kejadian. “Bagaimananya kejadiannya kenapa sampai bisa mereka (korban) tertimbun semuanya?” Tanya sejumlah warga dan termasuk para awak media yang langsung turun ke tempat.

Tidak ketinggalan wartawan media inipun mencari tahu siapa sebenarnya keluarga yang sedang menghadapi pergumulan cukup berat itu.

Leny br Hutagalung yang mengaku adalah tetangga korban menceritakan kondisi terakhir pasca terjadinya longsor.

“Yang paling sulit dievakuasi dari timbunan longsor itu adalah Yuni Tobing (4) yang masih duduk di bangku PAUD Ketapang. Kalau melihat posisi ibu korban Ika br Marbun yang juga turut meninggal dalam kejadian ini sepertinya Ika sedang berusaha untuk melindungi putrinya. Itu terlihat dalam posisi ibu korban yang memeluk putrinya sebelum dievakuasi,”ujarnya sembari menangis.

Menurut wanita berambut pendek itu, korban bersama dengan keluarganya sudah lama mengontrak di gang Senggol. Mereka masih satu keluarga antara adik dan kakak ipar.

“Setiap hari mereka berjualan bakso bakar tusuk di kawasan anggar pelabuhan lama Sibolga. Suami Ika Adrin Lumbantobing kerjanya menarik becak sembari membantu-bantu istrinya Ika untuk mengantar dan menjemput Ika jualan. Dan pada saat kejadian itu suami Ika keluar rumah menjemput sesuatu. Dan saat itulah terjadi bencana yang menimpah isterinya tercinta dan kedua anaknya serta keponakannya,”sebut Leny.

Pantuan di lokasi kejadian Kamis malam, Adrin Tobing tampak lemas menyaksikan jasad istri dan anak-anaknya serta keponakannya yang sudah terbujur kaku. Pihak keluarga tampak berusaha untuk menenangkan kondisi Adrin.

Sementara itu jeritan tagis dari keluarga tidak terbendung, apalagi disaat jenazah mereka diturunkan dari Abulance untuk disemayakan di rumah duka.

“Sungguh malanglah nasibku anakku, kenapalah ini harus terjadi kepada keluarga kita nak,”tangis keluarga korban.

Beberapa jam setelah peristiwa naas ini, Walikota Sibolga Syarfi Hutauruk bersama dengan Kapolres Sibolga, AKBP Edwin Hariandja langsung datang ke rumah duka. Walikota bersama dengan pejabat lainnya turut berdoa bersama.

Walikota pun meminta seluruh keluarga agar tabah menghadapi cobaan yang cukup berat itu.

Sebagaimana diketahui warga Sibolga banyak yang bermukim di perbukitan. Hal itu diakibatkan sempitnya lahan di daerah Sibolga. Untuk itulah Walikota selalu menghimbau setiap musim hujan agar warga yang tinggal di perbukitan selalu waspada. (HAT)

Komentar

Tinggalkan Balasan

News Feed