oleh

Ibu Kandace Boru Pakpahan Yang Lagi Sakit Butuh Bantuan

Sibolga, 5/10 (Batakpost.com)- Karena merasa kasihan dan ibah akan kondisinya, Ibu Kandace boru Pakpahan, (65) warga Lorong II arah laut Pasir Bidang, Kota Sibolga, terpaksa dipindahkan tetangganya dari rumahnya yang sudah reot dan nyaris ambruk. Sementara kondisinya saat ini sedang dalam keadaan sakit. Melihat kondisi itulah, warga sekitar memindahkannya ke rumah tetangganya untuk dirawat sebelum dibawa berobat ke rumah sakit, karena rumahnya tidak layak huni lagi.

“Kebetulan kami sedang lewat ke daerah ini, dan mendapat kabar ada seorang ibu janda boru Pakpahan yang terpaksa dipindahkan dari rumahnya karena kondisi rumahnya yang tidak layak huni lagi. Dan kamipun mampir melihatnya karena saya marga Pakpahan juga satu marga dengan ito kami ini,”kata M Pakpahan warga Jalan Tukka Sibuluan, Jumat malam (5/10).

KTP Ibu Kandace br Pakpahan yang mengharapkan bantuan dari Pemko Sibolga untuk perbaikan rumahnya. (batakpost.com/RED)

Diungkapkannya, kondisi ekonomi korban sangat memprihatinkan. Walaupun memiliki anak tiga orang, tetapi tidak sanggup untuk memenuhi kebutuhan hidup mereka termasuk untuk memperbaiki tempat tinggal mereka, karena pekerjaan ketiga anaknya hanya buruh lepas dan tukang becak. Untuk itulah diharapkan bantuan dari Pemerintah Kota Sibolga melalui Dinas Sosial untuk bisa membantu memperbaiki rumahnya karena ia terdaftar sebagai masyarakat Sibolga sesuai dengan KTP nya.

“Ito kami ini dapat BPJS dari Pemko, dan kemarin waktu sakit sudah dibawa berobat ke RSU Sibolga, akan tetapi sesuai dengan aturan BPJS, ito kami ini sudah bisa pulang. Dan kemarin sakit lagi dan akan dibawa lagi ke RSU sembari mengurus rujukannya. Jadi karena tetangganya tidak sampai hati melihat kondisi rumahnya yang sudah reot dan nyaris ambruk itu sehingga dipindahkan ke rumah tetangganya marga Simamora. Untuk itulah kami mengharapkan bantuan dari Pemko Sibolga agar bisa membantu atau merehap rumahnya supaya layak ditempati,”harapnya.

Janda tiga anak yang ditinggal mati suaminya ini sebelum sakit setiap hari berjualan di pasar Marrengge-rengge. Sejak kondisi kesehatannya menurun iapun tidak beraktivitas lagi dan hanya mengharapkan penghasilan anaknya yang pas-pasan. (RED)

Komentar

Tinggalkan Balasan

News Feed