oleh

Jalan ke SMAN 2 Tukka Tapteng Terancam Ditutup

Tapteng, 17/9 (Batakpost.com)- Nasib 400-an siswa dan guru SMAN 2 Tukka Kabupaten Tapanuli Tengah berada pada kebijakan cepat dari Pemerintah Provinsi Sumatera Utara dan Kabupaten Tapanuli Tengah.
Adapun kebijakan yang diharapkan keluarga besar SMAN 2 Tukka ini adalah, terkait kondisi jalan menuju sekolah tersebut. Pasalnya akses selama ini yang masih menggunakan lahan milik SMPN 3 Tukka akan dimanfaatkan pihak sekolah SMPN 3 untuk membangun ruangan Laboratorium. Dipastikan bangunan gedung Laboratorium itu akan mempersempit bahkan bisa menutup jalan menuju sekolah yang berada diperbukitan itu.
Kepala Sekolah SMAN 2 Tukka, Drs. H. Junaidi Pohan mengungkapkan, bahwa sejak 13 tahun yang lalu bersamaan dengan berdirinya SMAN 2 Tukka, sudah diajukan agar diantisipasi akses jalan menuju sekolah itu. Namun usulan itu kurang direspon sampai saat ini walaupun status sekolah itu sudah menjadi naungan Provinsi Sumatera Utara saat ini.
Sejak dipercaya menjadi Kepala Sekolah di SMAN 2 Tukka beberapa tahun yang lalu, Junaidi Pohan sudah merancang akses jalan yang baru. Karena tidak mendapat dukungan anggaran dari pemerintah, akhirnya pihak sekolah melakukan swadaya mengumpulkan dana untuk membuka akses jalan. Hanya saja kemampuan dana yang terbatas hanya mampu membangun sebahagian. Dan permasalan muncul saat ini ketika kondisi musim hujan seperti sekarang, dimana jalan yang dibuka dan ditimbun itu sudah longsor dan tergerus air. Akibatnya tidak dapat dilalui sama sekali.
Menurut Kepala Sekolah sudah ada 7 orang anggota DPRD Sumut yang datang ke sekolahnyat untuk melihat kondisi tersebut. Diantaranya Delmeria Sikumbang, Juliski Simorangkir dan lima lagi anggota DPRD lainnya. Mereka meminta agar diajukan proposal, dan sudah diserahkan proposal yang diminta, namun belum ada realisasinya. Untuk itu Ia meminta kepada angggota DPRD Sumut yang membidangi pendidikan khususnya yang sudah datang berkunjung ke sekolahnya, agar memperjuangkan nasib sekolah yang dipimpinnya.
Diceritakannya, karena kondisi yang sudah mendesak, pihak sekolah bersama dengan keluarga besar SMAN 2 Tukka dan juga orangtua murid melakukan gotong royong membuka jalan, dengan mengumpulkan bantuan suka rela dan juga bantuan dari pemerhati sekolah untuk menimbun dan menembok jalan yang sudah dibuka. Akan tetapi kondisi keuangan yang tidak mencukupi sehingga proses pembangunan jalan tidak bisa selesai dan saat ini sudah longsor karena dihantam hujan.
“Tadi malam hujan sangat deras, akibatnya jalan yang sudah kami timbun dan yang sudah didek sudah rusak dan longsor. Akibatnya tidak dapat dilalui siswa dan guru hari ini. Padahal itulah satu-satunya alternafit jalan yang bisa digunakan menuju sekolah ini. Kami khawatir jika pembangunan jalan ini tidak secepatnya diatasi, bisa menimbulkan gesekan antara siswa SMA2 Tukka dengan SMPN3 Tukka. Untuk itulah kami memohon kepada Pemerintah Provinsi Sumatera Utara dan Pemkab Tapteng agar memperhatikan kondisi ini, karena murid yang bersekolah di tempat ini adalah warga masyarakat Tapanuli Tengah,”pinta Junaidi, Senin, (17/9).
Hasil pantauan di lokasi, kondisi jalan yang berada diperbukitan itu sudah selesai dibuka dan sebahagian sudah dirabat beton. Karena keterbatasan dana sehingga tidak tuntas dikerjakan. Akibatnya setiap musim penghujan seperti sekarang ini akan terjadi longsor. Bahkan timbunan jalanpun ikut terbawa air dan mengakibatkan kondisi jalan berlumpur dan berlombang. Padahal pihak sekolah dan orangtua murid serta donatur sudah mengeluarkan dana ratusan juta untuk membuka jalan itu, dan saat ini terancam hancur jika tidak segera diatasi.
“Apa yang sudah kami kerjakan ini bakalan terancam hancur semuanya. Kondisinya saat ini sangat mendesak untuk diatasi, jika tidak apa yang kami khawatirkan bisa terjadi. Kasihan anak-anak bangsa akan sulit menuju sekolah ini,”katanya.
Adapun jumlah siswa di SMAN 2 Tukka sekitar 400-an lebih, dan memiliki prestasi diberbagai hal. Bahkan alumni dari sekolah ini sudah banyak diterima di perguruan tinggi Negeri di Indonesia, dan juga mendapat kesempatan menjadi anggota Paskibra tingkat Provinsi Sumatera Utara, dan prestasi lainnya.
Sementara itu para siswa memohon agar akses jalan mereka segera selesai dibangun. Karena setiap musim hujan, mereka tidak dapat melintasi jalan yang baru dibuka, karena akan berlumpur dan terjal. Sedangkan kalau mereka lewat dari lahan SMPN 3 Tukka, sudah terhalang dengan bangunan laboratorium dan juga kegiatan-kegiatan sekolah mereka.
“Kami mohon kepada pak Gubernur dan pak Bupati Tapteng agar membantu kami anak-anak Tapteng ini supaya bisa memiliki jalan sendiri menuju sekolah yang kami cintai ini,”pinta siswa/i SMAN 2 Tukka. (HAT)

Komentar

Tinggalkan Balasan

News Feed