“Selalu Merugi Jualan Ikan Akhirnya Jual Ombus-ombus”

oleh
Reny Situmorang pedagang Ombus-ombus di Sibolga yang lagi viral saat dikunjungi ke kediamannya di Jalan Kader Manik, Muara Pinang, Sibolga. (batakpost.com/HAT)

“Orang bapak mau ke rumah artis itu ya?” Tanya sejumlah warga yang berada di seputaran Jalan Kader Manik, Muara Pinang, Sibolga Selatan, Sibolga. Ternyata sejak viral videonya, warga setempat menyebut Reny Situmorang ‘artis’.

“Yang itu rumahnya cat warna biru,”terang salah seorang ibu sembari mengendong anaknya sore itu.

Kondisi rumah terlihat sangat sederhana. Tidak ada sofa, yang ada hanya tikar plastik terbentang di bagian sudut rumahnya yang berlantaikan papan. Pada bagian depan rumah dimanfaatkan untuk tempat jualan jajanan anak-anak bentuk warung kecil.

Dari raud wajahnya terlihat ketulusan menyambut kehadiran kami yang sore hari itu membawa ole-ole kecil sebagai buah tangan. Dengan sigap tangannya menjabat tangan kami sembari meraih botol minuman kecil untuk disuguhkan kepada kami.

“Gak usah inang, kami minum air putih saja, biar lebih sehat. Tolakku bersama Ketua ALTRA Tapanuli Tengah, Jannes Maharaja, dan beberapa teman media seperti Khottop Nasution dari Metro Tv dan Freddy Situmorang owner www.tapanulipost.com.

Tanpa ada raca canggung, ibu tiga orang anak itu menceritakan bagaimana awal terciptanya lagu Jokowi yang sudah viral itu.

“Saya tidak terima kalau dibilang 2019 ganti presiden. Kenapa harus diganti Presiden yang kinerjanya sudah terlihat dan dapat dirasakan masyarakat. Kalau dikatakan masalah ekonomi, masing-masing orang berbeda ekonominya, dan tidak perlu harus menyalahkan. Itulah yang mendasari saya menciptakan lagu itu. Dan sampai sekarang judulnya belum ada. Hanya saja orang sering bilang, nyanyikan dulu lagu Jokowimu itu”ungkapnya.

Lebih lanjut dibeberkannya, bahwa dulunya ia penjual ikan di Sibolga, hanya saja selalu merugi dari usaha jualan itu. Dan saat merugi, ia tidak pernah menyalahkan siapapun, apalagi menyalahkan Presiden. Akhirnya ia putar otak untuk membuka usaha baru yaitu dengan belajar membuat kue Ombus-ombus kepada keluarganya.

“Sebenarnya banyak cara yang bisa dilakukan asalkan ada kemauan. Dan itu sudah saya buktikan sendiri dari penjual ikan yang selalu merugi menjadi penjual Ombus-ombus. Walaupun untung dari jualan Ombus-ombus ini kecil tetapi sangat membantu perekonomian kami. Agar biaya kehidupan bisa bertahan, kami buka usaha warung jajanan anak-anak, ditambah dengan usaha suami sebagai tukang becak. Dan itu semuanya kami nikmati dengan ucapan syukur tanpa harus menyalahkan siapapun,”ujarnya.

Kamipun terkagum mendengar penjelasannya. Dan sayapun mencoba menguji perkataannya dengan menyarankan agar kue Ombus-ombusnya dinaikkan harganya dari Rp1.000/biji menjadi Rp1.500-Rp2.000/biji karena lagi viral dan pasti ramai dibeli masyarakat.

Namun begitu kagetnya mendegar jawabannya. Dengan spontan wanita paruh baya itu menasehati kami agar tidak perlu rakus dalam hidup ini.

“Tidak perlu kita rakus amang, rezeki sudah diatur yang di atas, tinggal kita mengerjakannya saja,”tandasnya.

Suatu ungkapan yang sangat sulit ditemukan dijaman sekarang ini. Namun itulah pengakuan Reny br Situmorang yang tampak enjoy menikmati profesinya sebagai penjual Ombus-ombus. Dan iapun tidak berharap banyak dibalik keviralan lagu ciptaannya.

“Saya hanya bisa mengajak masyarakat melalui lagu ini agar jangan mengganti Presiden yang sudah berkarya dan terbukti kinerjanya. Kalaupun masyarakat tidak mau, mau bilang apa lagi. Yang jelas melalui lagu yang tercipta secara spontan itu sebagai harapan dan doa serta ucapan terimakasih saya kepada Tuhan, karena Presiden Jokowi telah bekerja dengan baik,”tutupnya.

Reny Situmorang mengecam pendidikan SLTA sederajat. Dan dari pernikahannya dengan pak Dohar Manalu dikaruniai tiga orang anak. Dua laki-laki dan satu perempuan. Karena himpitan ekonomi, kedua anaknya setamat SMA langsung merantau ke Jakarta. Sementara anaknya perempuan masih menimbah ilmu di bangku SMA N 1 Sibolga. (HAT)