“Papa Jangan Nangis ya, Varo Kuat Pa”

oleh
Alvaro Sinaga saat memberikan semangat kepada ayahnya sebelum dioperasi. (facebook Birgaldo Sinaga)

“Papa jangan nangis ya.. Varo kuat pa.. ” itulah ucapan yang keluar dari bibir mungil Alvaro Sinaga korban bom molotov di gereja Kalimantan. Sembari menjamah pipi ayahnya Alvaro menujukkan kekuatan semangatnya untuk menghadapi operasi yang kesekian kalinya.

Menurut postindan pemerhati akan kondisi Alvaro, Birgaldo Sinaga dalam akun faceboonya, Birgaldo menuliskan, bahwa ia mendapat kabar dari orang tua Alvaro bahwa anaknya Alvaro bocah 4 tahun korban teroris bom molotov Samarinda akan dilakukan operasi buka balon di kulit kepala tahap ke 2.

Kemarin Alvaro dioperasi. Balon yang ditempelkan dalam kulit kepalanya sejak 8 bulan lalu menurut dokter yang merawatnya harus dilepas. Juga dilakukan operasi jari tangan kanannya. Sela jari jempol dan jari telunjuk dan juga sela jari telunjuk ke jari tengah tangan kanan Alvaro lengket melepuh akibat api bom molotov.

“Alvaro anak yang kuat Amang.. Dia malah yang menghibur kami. Saya sebenarnya tidak sanggup melihat penderitaan dia. Tapi dia selalu membuat saya tegar”, cerita Ibu Alvaro kemarin kepada Birgaldo.

Sejak 8 bulan lalu, operasi pencangkokkan kulit melalui teknologi balon pada kulit kepala Alvaro dimulai. Tujuannya untuk mengembangbiakkan kulit kepalanya yang terbakar api bom molotov akibat serangan teroris di depan Gereja Ouikumene Samarinda setahun lalu.

Tim Medis saat memeriksa kondisi Alvaro. (facebook Birgaldo Sinaga)

Pada tanggal 5 Februari 2018 operasi memasukkan balon pertama sebanyak 3 kali dan skin graf kulit tangan yg diambil dari selangkangan sebelah kanan

Pada tanggal 9 Februari operasi skin graf kulit tangan yang diambil dari selangkangan sebelah kiri.

Sejak operasi pertama dilakukan setiap hari Jumat disuntik balon di 3 titik kepala sampai operasi bulan Mei.

Pada tanggal 4 Mei 2018 operasi buka dan pasang balon dilakukan. Dua minggu kemudian dibuka jahitannya. Pada minggu ke 3, disuntik setiap hari Rabu di 3 titik kepala sampai operasi buka balon tanggal 3 September ini.

“Varo bagai herkules. Ia mampu bertahan tidur dengan posisi miring. Setiap minggu harus disuntik kepalanya”, ujar Ibu Alvaro.

Setiap hari Varo membuat kami semakin semangat. Semakin kuat. Alvaro tidak pernah mengeluh. Tidak cengeng. Ia tangguh dan tegar.

“Mama.. Mama jangan sedih ya Ma… Varo mau nyanyi buat Mama…”, rayu Alvaro menghibur mamanya yang nampak matanya berkaca-kaca.

Varo bernyanyi. Menghibur kedua orang tuanya yang tidak tega melihat penderitaan Varo.

“Dari semula, T’lah Kau tetapkan

Hidupku dalam tanganMu, Dalam rencanaMu Tuhan

Rencana indah, T’lah Kau siapkan

Bagi masa depanku, Yang penuh harapan

Reff:

S’mua baik, s’mua baik, Apa yang t’lah Kau perbuat

Di dalam hidupku, S’mua baik, sungguh teramat baik

Kau jadikan hidupku berarti”

Seisi ruangan larut dalam hening. Kedua orang tua Alvaro tidak bisa menahan air matanya. Lagu yang dinyanyikan Alvaro membuat mereka seperti sedang berhadapan dengan malaikat kecil. Malaikat kecil yang sedang berubah wujud menjadi bocah kecil Alvaro anak kandung semata wayang mereka.

Kondisi bagian kepala Alvaro. (facebook Birgaldo Sinaga)

“Mama Papa.. Doakan Varo ya… “, bisik Varo usai menyanyikan lagu Semua Baik itu. Mama Papa Alvaro memeluk Alvaro. Lama dan erat. Usapan tangan mama Alvaro di wajah anaknya membuat Alvaro tertawa. Alvaro siap dioperasi.

Perawat datang. Mereka bersiap memindahkan Varo dari ruang rawat ke ruang operasi. Varo bersiap. Dokter spesialis bedah kulit RS Sunway Healtcare Malaysia Dr. Tan menyuntikkan obat bius. Varo tertidur. Operasi segera dilakukan. Kedua orang tua Alvaro menunggu di luar. Doa tiada henti mereka panjatkan.

“Amang.. Sampaikan ucapan rasa terimakasih kami yang sebesar-besarnya sama follower amang yang memberi donasi dan doa buat Alvaro ya. Kami tidak dapat membalas semua kemurahan hati follower amang. Biarlah Tuhan yang membalas semuanya”, pesan Ibu Alvaro via chat kepada saya.

Saya teringat beberapa bulan lalu, kedua orang tua Alvaro harus pontang panting mencari dana operasi buat anaknya. Dana operasi yang mencapai hampir satu milyar itu membuat mereka kelimpungan. Dari mana dapat uang segede itu?

Hari ini saya senang sekali mendengar Alvaro sukses dioperasi. Sepuluh jam Alvaro di meja operasi. Akan ada operasi dan perawatan tahap selanjutnya. Menurut Dokter Tan jari telunjuk Alvaro masih bengkok. Menurutnya lumayan susah untuk dikembalikan ke kondisi normal.

Meski tidak bisa kembali normal seperti semula kedua orang tua Alvaro tetap bersyukur. Tangan-tangan murah hati penuh welas asih dari teman2 seperjuangan sangat menolong mereka. Membuat saya terharu.

Untuk itu izinkan saya mengucapkan jutaan rasa terimakasih kepada teman2 seperjuangan yang telah memberi sokongan dana dan doa buat pemulihan kulit Alvaro.

Kiranya Tuhan Yang Maha Pengasih membalas kemurahan hati teman2 seperjuangan.

Salam perjuangan penuh cinta. Tulis Birgaldo Sinaga dalam akun fb nya dan mendapat ribuan tanggapan sejak dipostingnya kemarin. (RED)