oleh

Wow..Tari Moyo Ditampilkan Pada Acara HIMNI Yang Dihadiri Yasona Laoly

Tapteng, 21/6 (Batakpost.com) – Tari Elang (Moyo) salah satu tari khas adat masyarakat Nias akan ditampilkan pada acara Pengelaran Seni dan Buday Etnis Nias di Pandan, Kabupaten Tapanuli Tengah, Sumatera Utara besok, Jumat, (22/6).

Pengelaran budaya Nias ini dirangkai dengan pelantikan pengurus Himpunan Masyarakat Nias Indonesia (HIMNI) Tapanuli Tengah.

Selain Tari Elang (Moyo) juga akan ditampilkan Tari Perang Masyarakat Nias, Tari Maena, Lompat Batu, acara adat pemberian sirih dan hiburan lainnya.

Demikian dijelaskan Ketua Panitia kegiatan Samahati Lase kepada wartawan, Kamis siang di Pandan.

Menurut Samahati, pagelaran ini akan bersamaan dengan pelantikan 20 pengurus Pimpinan Anak Cabang (PAC) HIMNI di Tapteng. Ribuan masyarakat Nias yang sudah menjadi penduduk di daerah Tapanuli Tengah diperkirakan akan hadir.

“Masyarakat yang diundang diperkirakan 10.000 hingga 12.000, karena tidak saja dari Sibolga-Tapteng, tapi juga ada dari Nias dan Jakarta, ada juga artis Nias dari Kota Medan,” kata Samahati.

Menurut dia, penampilan beragam kesenian dan kebudayaan Nias di Tapteng baru kali ini terjadi. Karenanya, sejumlah tokoh masyarakat Nias juga dikabarkan akan hadir. Menkumham RI Yasona Laoly, DPP HIMNI Marinus Gea, Ketua DPD HIMNI Sumut Turunan Gulo.

“Empat kepala daerah, ada Walikota dan Bupati dari Nias juga sudah menyatakan hadir di acara ini,” ungkap Samahati.

Masyarakat Nias sudah menjadi penduduk di Tapteng sejak puluhan tahun. Jumlahnya saat ini diperkirakan sudah mencapai 60.000 jiwa atau sekitar 20 persen dari total penduduk Tapteng berkisar 300.000 jiwa.

Masyarakat Nias di daerah ini sudah berbaur dengan masyarakat sekitar dan telah menjadi bagian penting kehidupan sosial kemasyarakatan. Kendati telah berada lama di perantauan, kehidupan seni dan kebudayaan asli dari Nias diharapkan dapat terus bertahan.

“Budaya Nias jangan sampai terlupakan oleh masyarakat yang berada di perantauan, ini juga menjadi momentum silaturahmi di perantauan khususnya di Tapteng. Agar kita saling mengenal, siapa orang tuanya, siapa familinya,” tukasnya. (REL)

 

Komentar

Tinggalkan Balasan

News Feed