Rangkaian Aliran Sesat Bunuh Keluarga di Sumut, Bisikan Gaib, Duduk Telanjang hingga

oleh
Tersangka pelaku pembunuhan akibat bisikan goib. (Ist)

Madina, 8/6 (Batakpost.com)- Tiga pria diduga pengikut aliran sesat tega menghabisi nyawa tiga anggota keluarganya. Ketiga pelaku masih berhubungan keluarga, yakni Almahdi alias Mahdi alias AM, Buyung alias B, dan Mukmin alias MK, warga Lubuk Kancah, Ranto Baek, Madina.

Berdalih setelah mendapat perintah lewat bisikan gaib, mereka menghabisi nyawa anggota keluarganya.

Pembunuhan terjadi saat rombongan keluarga yang berjumlah 10 orang, termasuk ketiga pelaku, menuju perbukitan untuk mengungsi.

“Rombongan yang mengungsi ke gunung berjumlah 10 orang. Dalam perjalanan, AM berulang kali mendapat bisikan gaib lagi, sehingga memerintahkan untuk menghabisi tiga anggota keluarganya. Hingga akhirnya rangkaian pembunuhan terjadi selama proses mengungsi,” ungkap Irsan.

Mereka mengungsi setelah mendapat bisikan gaib bahwa pada 15 Ramadan akan terjadi bencana di kampungnya.

“AM Cs mendapat bisikan akan ada bencana di kampungnya, sehingga mereka pergi ke gunung,” kata AKBP Irsan Sinuhaji, Selasa (5/6/2018).

Pada saat proses penyelamatan keluarga ke arah gunung barulah terjadi rangkaian proses pembunuhan.

Saat pelarian, orangtua bayi yang masih kakak sepupu Ahmaldi sedang menggendong bayi akan menyebrangi sungai.

Saat itu, “Tersangka Mahdi mengatakan ‘sini aku gendong bayinya’.

Tapi saat digendongnya, ia mengatakan bayi itu sudah kemasukan iblis, hingga akhirnya dilepaskannya bayi itu di sungai, dan jatuh,” ujar Irsan.

Pembunuhan kedua, saat akan terjadi terhadap Budi (16).

Saat akan menyeberang naik ke atas, Mahdi melihat Budi seperti kemasukan iblis juga, sehingga dipukul beramai-ramai oleh tersangka Mahdi, Buyung dan Mukmin.

“Mereka bertiga memukuli Dedy hingga tewas. Kalau kemasukan setan itu hanya pernyataan menurut tersangka AM. Karena AM merupakan ketua kelompok,” ujar Irsan.

Setelah dua orang meninggal, saudaranya tinggal delapan.

Saat pelarian menuju ke atas, Risma minta dipijat oleh Mahdi karena sedang tidak enak badan.

Saat Risma dipijat oleh Mahdi, korban hendak dibunuh dengan cara dicekik namun gagal.

Melihat itu, akhirnya beberapa sisanya melarikan diri menuju ke arah perkampungan milik warga dan sisanya melanjutkan perjalanan.

Saat balik menuju rombongan, Mahdi menyebut korban Risma telah kemasukan setan, sehingga akhirnya dibunuh dengan cara dicekik.

Ketika membunuh Risma, Mahdi melucuti pakaian korban hingga telanjang.

Mahdi dalam kondisi telanjang bulat, duduk di sampingnya jasad Risma. Ia memegang tangan jasad Risma.

“Ada warga yang melihat dan berteriak ‘kamu orang mana, mau ngapain’.

Sontak Mahdi langsung kabur. Di situlah awal terungkap semua ini,” ungkap Irfan.

Lebih lanjut, Irsan menjelaskan rangkaian pembunuhan ini sempat menggegerkan warga Desa Muara Bangko, Ranto Baek, Madina.

Awalnya, pada Kamis (31/5/2018). warga dikejutkan dengan penemuan sesosok mayat perempuan tanpa busana di perkebunan sawit. Korban dikenali bernama Risma berusia sekitar 26 tahun.

Keesokan harinya, Jumat (1/6), warga menemukan jenazah Dedi (16).

Lokasi penemuannya juga tak jauh dari korban pertama.

Empat anggota rombongan ini merasa tidak sepaham dengan aksi pembunuhan, sehingga melarikan diri dan melaporkan kejadian itu kepada warga sekitar.

Warga yang mendengar kejadian itu, kemudian menangkap seorang pelaku yang membunuh kedua korban. (tribun.com)