Memperingati Harkitnas Makam Ferdinand Lumbantobing Diziarahi

oleh
Wakil Bupati Tapteng dan Forkopimda foto bersama di depan Makam Pahlawan FL Tobing. (batakpost.com/REL)

Tapteng, 21/5 (Batakpost.com)- Pemerintah Kabupaten Tapanuli Tengah bersama dengan Forum Komunikasi Pimpinan Daerah melakukan ziarah ke Makam Pahlawan Nasional dr. Ferdinand Lumbantobing, Senin pagi, (21/5) dalam rangka memperingati Hari Kebangkitan Nasional (Harkitnas) ke 110 Tahun 2018.

Di Makam ini Wakil Bupati Tapteng, Darwin Sitompul bersama dengan Kapolres Tapteng, Kajari Sibolga, mewakili Danlanal, Dansatradar 234 beserta SKPD melakukan penghormatan dan menabur bunga.

Sebelum ziarah ke Makam Pahlawan dr. FL Tobing, Wakil Bupati Darwin, menjadi Irup Harkitnas di Lapangan GOR Pandan yang diikuti para ASN, Pemuda dan pelajar Tapteng.

Menteri Komunikasi dan Informatika, Rudiantara dalam sambutan tertulisnya yang dibacakan Wakil Bupati Tapteng, Darwin Sitompul menegaskan, bahwa kebersamaan adalah kata kunci ketika ingin menggapai cita-cita yang sangat mulia. Namun pada saat yang sama, tantangan yang maha kuat menghadang di depan.

“Boedi Oetomo memberi contoh bagaimana berkumpul dan berorganisasi tanpa melihat asal usul primordial, yang akhirnya bisa mendorong tumbuhnya semangat nasionalisme yang menjadi bahan bakar utama kemerdekaan,” katanya.

Adapun yang menjadi tema Harkitnas ke 110 Tahun 2018 ini adalah membangun sumber daya manusia memperkuat pondasi kebangkitan Nasional Indonesia dalam era digital.

Menurut Rudiantara, bahwa tak sedikit anak muda kreatif yang mampu menaklukkan gelombang digitalisasi dengan cara mencari berkah di dalamnya.

“Internet, media sosial, situs web, layanan multimedia aplikasi ponsel, mereka jadikan ladang baru buat berkarya, dan pasar yang menjanjikan bagi kreativitas.

Banyak kreator konten dan pengembang aplikasi Indonesia yang mendunia, mendapatkan apresiasi baik material maupun non-material.

Oleh sebab itu, mari bersama-sama kita jauhkan dunia digital dari anasir-anasir pemecah-belah dan konten-konten negatif, agar anak-anak kita bebas berkreasi, bersilaturahmi, berekspresi, dan mendapatkan manfaat darinya,” tandasnya. (REL)