Satu Lagi Korban Bom Bunuh Diri di Gereja Pantekosta Meninggal

oleh
Wali Kota Risma saat mendatangi rumah korban/Foto: Istimewa

Surabaya, 19/5 (Batakpost.com) – Korban meninggal akibat bom bunuh diri di Surabaya bertambah. Korban meninggal yakni Catur Giri Sungkowo, satpam Gereja Pantekosta Pusat Surabaya (GPPS) di Jalan Arjuno.

Catur Giri Sungkowo meninggal saat menjalani perawatan karena luka bakar 80 persen di RSU dr Soetomo. Saat peristiwa bom terjadi, korban berusaha mencegah mobil berisi bom yang dikemudikan pelaku Dita Oeprianto yang menerobos masuk ke gereja.

Korban sempat disemayamkan di rumah duka Jalan Pulosari III M Surabaya, dan dimakamkan di TPU Gunungsari.

Wali Kota Tri Rismaharini yang mendengar adanya korban meninggal segera mendatangi rumah duka. Dia berusaha memberikan dukungan moril khususnya pada istri korban yang terlihat terus menangis.

“Ibu harus kuat, ibu harus ikhlas. Saya tahu ini berat tapi harus kuat,” kata Risma sambil memeluk istri korban di rumah duka, Sabtu (19/5/2018).

Usai mendatangi rumah duka, Risma minta Kepala Dinas Kesehatan untuk mengirimkan psikolog ke rumah duka untuk mendampingi istri korban. “Anaknya kan tunggal. Nanti anaknya akan saya ambil untuk bekerja di Pemkot,” ujar Risma.

Selain meminta psikolog dan memberi pekerjaan bagi anak korban, Risma juga memerintahkan agar seluruh urusan dan biaya pemakaman ditanggung Pemkot Surabaya. “Ibu nanti kami yang akan menanggung semua biaya pemakaman,” tambahnya.

Korban meninggalkan istri dan 1 anak. (dtc)