Buktikan Keindahan Pesona Air Terjun 7 Tingkat Tapteng

oleh
Inilah keindahan pesona air terjun tujuh tingkat yang ada di Tapanuli Tengah. (Ist)

Catatan redaksi

Memang harus diakui, selain keindahan laut, Kabupaten Tapanuli Tengah, Sumatera Uta juga dianugerahi keindahan air terjun. Salah satunya air terjun tujuh tingkat Siaili yang berada di hutan belantara di Desa Bona Lumban Kecamatan Tukka, Tapanuli Tengah.

Kawanan air terjun ini masi dihuni hewan – hewan liar asli Sumatera. Pemkab Tapteng sudah merancang kawasan ini untuk dijadikan ‘Jungle Track’.

Menuju kawasan ini wajib melintasi keperkampungan warga. Awal perjalanan dimulai dengan jarak tempuh dari kota Pandan.

Walaupun belum dilakukan pembenahan, bagi para wisatawan yang tertarik untuk mengisi liburan ke kelokasi ini jangan khawatir, warga setempat juga bersedia menjadi pemandu para pengunjung hingga sampai ke air terjun tujuh tingkat yang merupakan tujuan akhir dari perjalanan.

Panjaitan, (52) warga Bona Lumban, yang sering memandu pengunjung melintasi hutan belantara di Kecamatan Tukka itu mengungkapkan, di tengah perjalanan memasuki hutan akan banyak dijumpai hewan seperti burung yang bermacam jenis yang mengeluarkan suara merdunya, gerombolan primata yang bergelantungan di atas pohon.

Rusa, kancil, dan hewan – hewan lainya yang masi mendiami kawasan hutan Tukka.

“Memang masi jaranglah pengujung yang datang ke sana, mungkin karena lokasi ini belum diketahui masyakat luas. Setiap hari libur terkadang masi ada 2 atau 3 orang wisatawan yang meminta ditemani untuk masuk kedalam hutan. Yang tujuan utamanya untuk melihat langsung air terjun tujuh tingkat itu, “Sebut Panjaitan.

Dikatakannya, walaupun tujuan utama mereka mendatangi air terjun tujuh tingkat, pengunjung selalu terpesona dengan keindahan hutan Tukka yang masi terjaga dengan baik.

Dalam perjalanan pasti selalu bertemu dengan bermacam jenis hewan dan tumbuhan yang mungkin telah jarang ditemui.

“Memang tujuan utamanya air terjun, tapi selama perjalan, pengunjung mengaku kagum masi terjaganya hutan dengan baik dan masi ditemuinya hewan – hewan sepanjang perjalanan. Yang pastinya hewan yang menempati kawasan ini tidak ada yang buas yang dapat mengancam keselamatan para pengunjung,”bebernya.

Beberapa pengunjung mengaku sangat puas walaupun perjalanan mereka melelahkan, karena harus ditempuh berjalan kaki selama 3 jam.

“Butuh perjuangan untuk sampai ketujuan. Tapi, tiba di air terjun rasa capek hilang sekita. Menurut kami berkunjung ke Tapteng sangat sayang kalau objek wisata yang satu ini terlewatkan, “ungkap Jonson Simorangkir, Joni Sihite yang sudah pernah berkunjung ke sana. (***)