Gila! Sekali Transaksi Bandar Sabu Ini Bisa Bikin Teler 2 Kabupaten

oleh
Sabu yang disita. (dtc)

Palembang, 18/5 (Batakpost.com)-Sebanyak 12 orang jaringan bandar narkoba asal Surabaya berhasil ditangkap Polda Sumsel. Sekali mereka transaksi minimal 56 Kg sabu beredar. Lalu berapa ribu jiwa terancam jika sabu itu sampai lolos?

Menurut keterangan polisi, sabu seberat 56 kg jika beredar dapat membahayakan sekitar 300.000 jiwa. Itu artinya hampir setara dengan jumlah penduduk yang ada di 2 kabupaten di Bumi Sriwijaya, seperti Prabumulih dan Kota Pagar Alam.

Berdasarkan data Badan Pusat Statistik di Sumatera Selatan tahun 2017, jumlah penduduk kota Pagar Alam ada sekitar 136.605 jiwa. Sedangkan di Prabumulih mencapai 182.128 jiwa. Jika ditotalkan keduanya yakni ada sekitar 318.233 jiwa.

Alhasil jumlah penduduk di 2 kabupaten ini setara dengan peredaran 56 Kg sabu dari bandar beromzet miliaran rupiah itu. Polisi pun menindak tegas dengan menembak mati bandar yang melawan saat ditangkap.

“Untuk sekali transaksi itu bisa mencapai puluhaan kilogram sabu mereka, minimal 56 Kg. Artinya sekitar 300.000 penduduk yang terancam jika sabu sampai beredar di masyarakat,” terang Direktur Narkoba Polda Sumsel Kombes Farman kepada detikcom, Jumat (18/5/2018).

Tidak hanya itu, jaringan yang berusaha menyelundupkan sabu melalui bandara itu tercatat kerap membelanjakan hasil penjualan sabu untuk ke barang-barang mewah. Seperti mobil, motor gede atau moge, termasuk menabung miliaran rupiah setiap kali transaksi, yang semua aset kini telah disita polisi.

“Mobil dan motor sekarang kita sita dulu, akan kita terapkan pasal TPPU bagi para bandar ini. Kita buat mereka miskin dan sampai jera karena dia merusak genarasi bangsa,” kata Farman.

Sebagaimana diketahui, beberapa waktu lalu pihak keamanan bandara SMB Palembang berhasil menggagalkan 3,05 Kg sabu tak bertuan yang akan dibawa ke Surabaya. Dari hasil pengembangan, polisi berhasil menangkap 6 bandar di Surabaya berikut barang bukti 6 Kg sabu siap edar.

Tak berhenti di situ, akhir bulan April lalu jaringan yang berada di bawah komando Letto, bandar narkoba, kembali mencoba menyeludupkan sabu di bandara yang sama. Satu orang kurir bernama Nurdiansyah diberikan kesempatan hidup, sementara Michael, Alvin dan Erwin ditembak mati.

Terakhir, mereka yang ditembak mati diketahui merupakan kaki tangan bandar asal Surabaya ini. Tujuannya sama, yaitu ingin mencoba mengirim barang haram melalui jalur udara.

Polisi terus melakukan pengembangan sampai akhirnya berhasil menangkap Letto, si koordinator bandar sabu se-Indonesia dan kaki tangannya Faiz di Jakarta. Dari penangkapan keduanya ini polisi menemukan titik terang dan telah menyita aset miliaran Rupiah.(dtc)