GMKI Minta Presiden Evaluasi Sejumlah Pejabat Negara

oleh
Aksi seribu lilin di Mapolrses Tapteng. (batakpost.com/HAT)

Tapteng, 14/5 (Batakpost.com)- Aksi seribu lilin yang dilakukan masyarakat Kabupaten Tapanuli Tengah dari berbagai organisasi kepemudaan, keagamaan dan masyarakat, melakukan aksi solidaritas terkait bom bunuh diri yang terjadi di Surabaya, Minggu pagi, (13/5).

Aksi solidaritas yang dilakukan adalah memberikan dukungan dan semangat kepada Polri dan TNI dan pemerintah agar bekerja keras menumpas para teroris yang ada di Indonesia.

Tidak ketinggalan BPC Gerakan Mahasiswa Kristen Indonesia (GMKI) Sibolga turut ambil bagian dalam aksi seribu lilin yang digelar di halaman Mapolres Tapteng, Minggu malam.

Kapolres Tapteng dan Dandim 0211/TT (babtakpost.com/HAT)

GMKI secara Nasional menyatakan sikap tegasnya agar Presiden melakukan evaluasi terhadap sejumlah pejabat negara yang dinilai lengah sehingga terjadi aksi bom bunuh diri yang melenan korban jiwa dan puluhan luka-luka.

Selain itu, juga GMKI mendesak agar Undang-undang anti terorisme secepatnya disahkan, serta menambahkan satu pasal didalamnya, yakni hukuman yang seberat-beratnya terhadap para teroris dan aktor intlektualnya.

“GMKI meminta kepada Presiden RI agar melakukan evaluasi terhadap kinerja pejabat negara yang bertanggungjawab dibidang keamanan.  GMKI juga siap memberikan pemikiran dan dukungan kepada pemerintah agar kejadian yang serupa tidak  terulang kembali,”tegas Ketua GMKI Sibolga, Fransisca Manullang.

Pada kesempatan itu juga, para perwakilan dari masing-masing kepemudaan lintas agama yang berkumpul di Mapolres Tapteng, bergantian melakukan orasi kebangsaan, yang intinya meminta serta mengajak seluruh masyarakat Sibolga-Tapteng untuk tidak takut melawan para teroris.

Aksi seribu lilin ini juga turut dihadiri peminpin lintas agama, seperti Ketua MUI Tapteng, Dari BKAG, dari Gereja Katolik, NHKBP, dan organisasi kepemunaan agama baik Kristen dan juga Islam.

Sementara itu Kapolres Tapanuli Tengah, AKBP Hari Setyo Budi bersama dengan Dandim 0211/TT, Jimmy yang turut hadir dalam aksi itu menyampaikan orasi kebangsaan. Dalam orasinya, kedua pimpinan tinggi Polres Tapteng dan Kodim ini menggugah semangat masyarakat untuk tidak pernah pudar untuk mencintai NKRI dan Idiologi Pancasila.

Gerakan aksi seribu lilin ini berakhir dengan penandatangan petisa dan pernyataan sikap masyarakat, dan tanda tangan turut berduka kepada keluarga korban bom gereja Surabaya. (HAT)