Pernyataan Sikap PGI Terkait Aksi Bom di Gereja Surabaya

oleh
Pernyataan Sikap PGI (Int)

Jakarta, 13/5 (Batakpost.com)- Terkait adanya aksi bom yang terjadi di beberapa gereja di Surabaya tadi pagi, Persekutuan Gereja-gereja di Indonesia (PGI) menyatakan sikap atas aksi tersebut.

Adapun isi dari pernyataan sikap tersebut tertuang dalam Pers Release PGI atas tindakan kekerasan terorisme yang terjadi di Surabaya dan di Jakarta.

Berikut tanggapan dari PGI:

1.Tindakan kekerasan, dengan alasan apapun, tidak akan pernah mampu menyelesaikan masalah. Dia hanya akan akan melahirkan lingkaran kekerasan dan pada akhirnya menuju kehancuran. Lihatah Siria sekarang ini yang luluh lantah oleh kekerasan demi kekerasan;

  1. Sesungguhnya tidak ada agama yang mengajarkan kekerasan dan pembunuhan. Agama apa pun mengajarkan kemanusiaan, damai dan cinta kasih. Kesesatan berpikirlah yang membawa penganut agama melakukan kekerasan dan tindak terorisme;
  2. Oleh karena itu para pemimpin agama perlu lebih serius mewaspadai munculnya para pendukung kekerasan dan tindak terorisme ini dengan berbalutkan penginjil atau pendakwah lewat khotbah-khotbah maupun pernyataanya. Program deradikalisasi BNPT akan sia-sia jika masyarakat justru memberi panggung kepada para pemimpin agama yang menyebarkan paham radikalisme dan kekerasan lewat dakwah-dakwahnya; Olehnya kami menghimbau para pemimpin agama dan masyarakat untuk tidak memberi angin dan simpati kepada pelaku kekerasan dan terorisme apapun motifnya.
  3. Kami juga mengimbau masyarakat menghentikan penyebaran foto dan video, karena ini justru tujuan teroris, yakni menebarkan rasa takut di tengah masyarakat. Kami justru menghimbau masyarakat untuk menebarkan kasih dan rasa damai melalui ragam media. Olehnya, saya menghimbau kepada para pemimpin agama dan masyarakat untuk tidak memberi angin dan simpati kepada pelaku kekerasan dan terorisme, apa pun motifnya;
  4. Menghimbau seluruh elit politik dan masyarakat untuk menghentikan komentar yang justru memperkeruh keadaan. Janganlah menggunakan peristiwa kekerasan dan tindak terorisme ini untuk menangguk kepentingan politik dan sesaat, karena harga yang sedang dipertaruhkan adalah masa depan bangsa;
  5. Kita tak perlu takut menghadapi ancaman terorisme ini tetapi menyerahkan sepenuhnya kepada penanganan oleh negara. Sementara itu, kami mendukung sepenuhnya tindakan negara dalam memberantas semua perilaku kekerasan dan aksi-aksi terorisme di tanah air tercinta. (REL)