PT Suri Tani Pemuka Kembali Berkontribusi

oleh
Gerakan aksi untuk lingkungandi Danau Toba. (batakpost.com/REL)

Simalungun, 27/3 (Batakpost.com)- Danau Toba merupakan salah satu destinasi pariwisata yang sering dikunjungi di Indonesia dan merupakan danau terbesar di Asia Tenggara. Selain menawarkan keindahan untuk menarik wisatawan serta menjadi habitat bagi tumbuhan dan satwa, Danau Toba juga memberikan manfaat bagi kehidupan di sekitar danau khususnya sebagai penyedia air bersih.

Oleh karena itu, kelestarian dan kebersihannya haruslah dijaga dengan baik. Memperingati hari air sedunia yang jatuh pada tanggal 22 Maret lalu, PT Suri Tani Pemuka (STP) yang merupakan anak perusahaan PT Japfa Comfeed Indonesia Tbk, bersama dengan ratusan pemuda Simalungun kembali menggelar Gerakan Aksi Untuk Lingkungan (GAUL) demi menjaga kebersihan Danau Toba.

“Kebersihan Danau Toba dapat memberikan dampak positif bagi kualitas hidup masyarakat luas, maka dari itu, aksi ini merupakan tanggung jawab kita bersama baik dari sisi masyarakat maupun sisi perusahaan,” ujar Misliani Saragih, Kepala Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Simalungun.

Kegiatan GAUL Danau Toba ini merupakan kali kedua setelah sebelumnya dilaksanakan pada 15 Desember tahun lalu dengan mengikutsertakan 250 relawan untuk terjun langsung ke lokasi. Tahun ini, kegiatan diikuti oleh anggota Pramuka seluruh Kwartir Cabang di Simalungun, Kwartir Cabang Samosir dan Kwartir Cabang Binjai.

Kegiatan berlangsung selama tiga hari, dimulai dari tanggal 23-25 Maret, yang berlokasi di Tigaras dan Tambun Raya, Kabupaten Simalungun..

Pelatihan di hari pertama dilakukan sebagai pembuka dari serangkaian kegiatan peduli lingkungan. Sosialisasi mengenai 3R (Reuse, Reduce, Recycle), perubahan iklim, dan keanekaragaman hayati diberikan kepada peserta untuk menyiapkan generasi muda dalam menjaga kelestarian lingkungan.

Gerakan aksi bersih lingungan danau toba. (batakpost.com/REL)

Kegiatan hijau dilaksanakan dihari kedua dengan langsung mengarahkan peserta ke lokasi yang menjadi target pembersihan. Operasi Pungut Lihat Sampah (OPUNG LISA) juga turut dilakukan di area sekitar pantai Tigaras serta pembersihan rumah ibadah sebagai salah satu agenda Giat Darat.

Aksi jemput sampah serta pembersihan areal darat seputaran pantai merupakan bagian dari kampanye pengurangan sampah oleh SAKA KALPATARU.

“Kepedulian kami untuk ikut dalam upaya pelestarian lingkungan, kami jalankan selaras dengan hari air sedunia dan berkontribusi dalam aksi peduli Danau Toba bersama pemuda Simalungun,” ujar Rachmat Indrajaya, Direktur Corporate Affairs PT Japfa Comfeed Indonesia Tbk. Menurutnya, gerakan ini merupakan satu langkah awal untuk menanamkan rasa cinta pada kelestarian alam bagi generasi muda di daerah Simalungun.

“Kampanye pengurangan sampah dan implementasi kepedulian pada lingkungan perairan dapat ditanamkan pada generasi muda untuk kedepannya bisa menjadi contoh bagi anak Indonesia,” lanjutnya.

Bibir pantai Danau Toba Haranggaol menjadi target lokasi berikutnya. Kegiatan pembersihan enceng gondok menjadi salah satu kegiatan yang dilakukan guna mencegah dan menanggulangi masalah gangguan lalu lintas perairan di Danau Toba. Selain itu kegiatan ini juga dilakukan dengan membersihkan sampah-sampah di lokasi sekitarnya, sampah nantinya akan dikumpulkan di Bank Sampah dan di daur ulang.

Kegiatan lain yang dilakukan STP dalam mendukung kelestarian lingkungan adalah dengan upaya penghijauan di Daerah Tangkapan Air (DTA) Danau Toba dengan luas 20 Ha dan 11.000 Pohon. Kegiatan ini sudah dilaksanakan pada tahun 2017 dan saat ini dalam masa pemeliharaan dan penyulaman tanaman. Ditahun yang sama, kami juga mengadakan kegiatan dengan menyasar anak Sekolah Dasar, yakni dengan diadakannya JAPFA4Kids Go Green. Kegiatan kepedulian lingkungan ini dilakukan sejalan dengan visi perusahaan untuk terus Berkembang Menuju Kesejahteraan Bersama. (REL)