Pertumbuhan Ekonomi Sibolga Melambat

oleh
Walikota Sibolga, Kepala Bappeda dan Plt Sekdakot saat menghadiri dialog Publik yg digelar IWO Sibolga-Tapteng. (batakpost.com/RED)

Sibolga, 26/3 (Batakpost.com)- Pemerintah Kota Sibolga mengakui perekonomian di kota ini mengalami tren penurunan sejak tahun 2016-2014.

Hal ini diungkapkan Kepala Bappeda Sibolga Juneidi Tanjung dalam dialog publik yang digelar Ikatan Wartawan Online (IWO) Sibolga-Tapteng di Kedai Kopi Mamak, Jumat malam (23/3/2018).

Dialog publik yang dikemas dalam acara Ngobrol Penting ala Iwo (Ngopi) ini bertajuk “Polarisasi Gerak Pertumbuhan Ekpnomi Kota Sibolga dari Masa ke Masa”.

“Pertumbuhan ekonomi di Sibolga dalam beberapa tahun terakhir turun. Pertanyaannya, mengapa turun? Pendapatan masyarakat bertambah jika ada pertambahan lapangan pekerjaan baru, dan faktanya, Kota Sibolga ini sangat kecil dan sumber daya alam (SDA) pun berkurang jika terus dieksploitasi,” ujar Juneidi.

Dia mengatakan, salah satu yang memengaruhi adalah diberlakukannya Permen KP 02/2015 yang memicu tingginya angka pengangguran baru dan berkurangnya roda perekonomian.

“Masyarakat Sibolga, 75 persen berkecimpung di dunia perikanan, dari hulu ke hilir,” ujarnya.

Juneidi mengatakan bahwa sejumlah program pembangunan kini sudah mulai berjalan untuk menggenjot serapan tenaga kerja dan industri serta diharapkan mampu mendorong pertumbuhan ekonomi daerah.

Di antaranya, Pantai Ujung Sibolga yang akan menjadi ikon wisata baru, berlanjut pembangunan terminal di kilometer 3 yang tahun ini sedang dalam pembenahan.

Berikutnya pembangunan pasar rakyat terpadu di Panyomboman yang saat ini juga sedang berlangsung, selain rencana pembangunan rusunawa, pembangunan kebun binatang mini di tangga seratus dan sejumlah program pembangunan lainnya.

“Dan tentunya semua lini ini akan menyerap tenaga kerja,” katanya.

Ditambahkan, untuk mendongkrak pertumbuhan ekonomi Sibolga, sebuah proyek nasional senilai Rp258 miliar di Pelabuhan Sibolga sampai saat ini juga sedang berjalan.

Tak lupa, soal rencana salah satu perusahaan retail terbesar di Indonesia akan mengakomodir produk-produk asal Sibolga.

Dalam hitungan hari saja, kegiatan ini menyerap ratusan tenaga kerja baru, kerjanya ringan, umumnya ibu rumah tangga.

“Produknya tidak terbatas, berapa pun akan ditampung. Produk asal Sibolga ini segera menembus pasar nasional dan dilounching 2 April 2018,” ujarnya. (RED)