Veriona Gultom Dibunuh Dengan Cara Dicekek

oleh
Korban Veriona semasa hidup bersama dengna terduga pelaku semasa hidup. (Int)

Banten, 28/2 (Batakpost.com)- Terduga pelaku pembunuh Veriona Gultom, (21) mengaku tega membunuh pacarnya dengan cara dicekek. Hal itu diakui terduga pelaku bermarga Lumbangaol, yang rumah orangtuanya berada di Sei Rampah, Tebing Tinggi belakang sekolah Yapim.

Hal itu terungkat dalam video yang diunggah di facebook oleh para netizen, Rabu, (28/2).

Menurut pemuda Batak yang berhasil menangkap terduga di Pandeglang, Banten Rabu sore, bermarga Simanjuntak, tertuga lari dari Bogor ke Pandeglang sejak empat hari lalu. Diduga kuat terduga melarikan diri usai melakukan pembunuhan terhadap korban, karena jika dihitung dari waktu kejadian tepat dengan masa pelarian terduga.

Ketika ditanya pemuda Batak yang berhasil menangkap terduga pelaku kenapa tega membunuh Veriona? Menurutnya, karena dirinya dicuekin korban dan tidak mau terus terang.

“Kenapa harus kau bunuh? Pokoknya kau harus mempertanggungjawabkan perbuatanmu itu ya! Ingat yang kau bunuh itu adalah keponakanku. Mamak br Gultom itu adalah boru Simanjuntak biar tahu kau,”tegas pria bermarga Simanjuntak dalam video yang berdurasi sekitar lima menit itu.

Masih menurut pengakuan terduga pelaku, Ia tega membunuh korban karena ada orang ketiga. Sehingga korban tidak mau terbuka kepada dirinya.

Terduga pelaku pembunuhan bermarga Lumbangaol. (Int)

Sebagaimana diketahui, Veriona Gultom ditemukan tewas di rumah Kosan milik ibu Yanti lim di Kampung Talajung, RT 02 RW 01 Desa Wanaherang, Kecamatan Gunungputri, Kabupaten Bogor Minggu (25/02/18).

Menurut keterangan Saksi, Kustimi (32) tetangga kosan korban, bila korban ngontrak dirumah kosan tersebut baru satu bulan, saksi mendengar pada malam hari sebelum korban di temukan tewas sempat terdengar teriakan korban sebanyak dua kali.

Namun, saat di datangi ke kamar kosannya dan pintu di ketuk tidak terdengar suara lagi.

“Korban tinggal di rumah kosan ini sendiri, tapi korban sering didatangi pacarnya, juga sering di antar jemput pacarnya saat mau kerja dan pulang,” kata Kustimi seperti dilansir beritautama.

Ia menambahkan, dirinya mendengar jika kemarin (24/2) malam dari kamar korban terdengar teriakan korban sebanyak dua kali, tapi saat dirinya dan suami ke kamarnya dan mengetuk pintu kamarnya tidak terdengar apa-apa, dan pas tadi pagi pukul 08.00 WIB, pun tak ada suara lagi.

“Lalu saya laporkan ke pak RT, saat dibuka dan di periksa korban sudah tewas,” ungkapnya.

Kapolsek Gunung putri Kompol Yudi Kusnadi saat berada dilokasi menjelaskan, Korban di temukan dikamar kosannya dalam posisi tidur terlentang ditutup selimut, dan di sampingnya di temukan boneka.

Untuk memastikan kematian korban, jasad akan dilarikan ke Rumah sakit Polri Kramat jati, Jakarta Timur.

“Korban ditemukan dalam keadaan sudah tak bernyawa dalam posisi tidur dan di tutup selimut, ada boneka di samping korban. Adapun untuk memastikan kematian korban tewas karena apa, kita tunggu hasil pemeriksaan dan identifikasi petugas. Saat ini korban telah dilarikan ke Rumah sakit polri Kramat jati Jakarta Timur, guna dilakukan autopsi,” ujarnya.

Kini, Jasad Veriona Gultom (21) pun sudah dibawa pulang ke kampung halamannya, di Desa Sitamiang, Kecamatan Onan Runggu, Kabupaten Samosir, Selasa (27/2/2018).

Jenazahnya diberangkatkan dari Bandara Soekarno Hatta, Selasa pagi. Pada siang, sudah tiba di kampung halamannya, di Desa Sitamiang, Kecamatan Onan Runggu, Kabupaten Samosir.

Dari bandara Kuala Namu, jenazah dibawa melalui jalur darat, lalu dilanjutkan menggunakan transportasi air lagi untuk bisa sampai cepat di kampung halaman.

Ratusan orang sudah menunggu kapal yang membawa jenazah Veriona Gultom ke Onan Runggu di tepi Danau Toba.

Tangisan dari pihak keluarga dan teman almarhum langsung pecah saat peti mati diturunkan dari kapal ke daratan.

Orangtua dan keluarga seolah tidak percaya gadis muda yang baru merayakan ultah ke 21, 18 Februari 2018 ini telah pergi untuk selama-lamanya. (Red)