oleh

Pangdam I/BB: Penyebaran Berita Bohong di Media Sosial Picu Munculnya Radikalisme

-Sibolga-2.698 views

Sibolga, 12/2 (Batakpost.com)-Pangdam I/Bukit Barisan Jenderal TNI Cucu Somantri mengatakan, TNI-AD harus memiliki kepedulian terhadap kondisi rakyat dan bangsa Indonesia agar terhindar dari krisis.

TNI-AD harus berpegang teguh pada Sapta Marga, Sumpah Prajurit, dan delapan wajib TNI, diantaranya memiliki kewajiban untuk terlibat langsung dalam mengatasi permasalahan kebangsaan.

Demikian amanat Pangdam I/BB yang dibacakan oleh Letkol CHB Muhammad Yunus DandenHUB Korem 023/KS dihadapan prajurit dan PNS Korem 023/KS ketika menjadi inspektur upacara penaikan bendera Merah Putih di lapangan Makorem Sibolga, Senin, (12/2/2018) pagi.

Dalam amanatnya, Pangdam I/BB juga meminta seluruh prajurit dan PNS Korem 023/KS agar bijaksana dalam menggunakan media sosial.

Pangdam mengatakan penyebaran informasi dan berita-berita bohong melalui media sosial dapat menyebabkan perpecahan, membahayakan persatuan dan kesatuan, kebinnekaan dan munculnya radikalisme.

“Jadi, untuk membentengi pengaruh negatif penggunaan media sosial, diharapkan kepada seluruh personel untuk tidak mudah percaya terhadap berita yang belum tentu kebenarannya,” ucap Pangdam.

Menjelang pelaksanaan Pilkada Serentak 2018, Pangdam I/BB meminta seluruh prajurit dan PNS Kodam I/Bukit Barisan agar lebih bijaksana dalam hal penggunaan media sosial, serta menjaga netralitas.

“Terkait dengan netralitas TNI dalam Pilkada, kepada seluruh personel Kodam I/BB untuk tidak memberikan komentar apapun yang berhubungan dengan Pilkada di media sosial. Apabila menemukan berita-berita bohong atau negatif tentang institusi TNI-AD khususnya Kodam I/BB diakun-akun media sosial agar melaporkan secara hirarki pada kesempatan pertama,” tegas Pangdam dalam amanatnya yang dibacakan Letkol CHB Muhammad Yunus DandenHUB Korem 023/KS.

Komentar

Tinggalkan Balasan

News Feed