Kondisi Mental Korban Tertekan

oleh
Ilustrasi (Int)

Tabasa, (29/1 (Batakpost.com)- Kondisi mental AS, (15), siswi di salah satu SMP yang ada di Kabupaten Tobasa cukup tertekan. Hal itu dapat dimaklumi karena perbuatan biadab yang dilakukan ayah dan paman kandungnya atas dirinya.

“Kita yakini korban tertekan atau trauma atas tindakan ayah korban saat berada di Medan ketika mau menggugurkan kandungan korban, dan juga beban mental kepada teman-teman atau sekampungnya Itu terlihat ketika diperiksa petugas, korban terkesan berbelit-belit,” jelas, Kapolres Tobasa melalui Kasat Rekrimnya, AKP Nelson Sipahutar.

Polisi juga menjelaskan bahwa pihaknya masih menunggu hasil visum dari RSU Porsea, untuk mengetahui berapa bulan usia kandungan korban dan kondisi janinnya.

Sementara itu menurut data yang diperoleh media ini, kebanyakan pelaku dari kasus kekerasan seksual terhadap anak dibawah umur adalah orang-orang terdekat. Untuk itu diharapkan kewaspadaan untuk melindungi dan menjaga anak.

Perbuatan ayah dan paman kandung yang terjadi di Tobasa menjadi viral di media sosial. Dimana para netizen mengutuk keras perbuatan kedua pelaku yang lebih hina dari hewan.

“Dihukum mati saja, karena tidak perlu orang seperti mereka hidup lagi. Sedangkan darah dagingnya sendiri tega diperlakukan seperti itu, apalagi kepada orang lain nantinya,”komen para netizen di media sosial.

Sebagaimana diakui pelaku kepada petugas, bahwa perbuatan biadab itu dilakukan karena pengaruh minuman.

Dari  hasil penyidikan, bahwa paman korban yang lebih sering melakukan hal itu kepada korban sejak tahun 2015 lalu. Sedangkan ayah kandungnya mengaku baru tiga kali menggauli putri kandungnya yang berparas cantik itu. (RED)