oleh

Anton Sihombing: Pencarian ABK Sibolga Yang Hilang Harus Dilanjutkan

Jakarta 24/1 (Batakpost.com)-Anggota DPR-RI Anton Sihombing menegaskan, pencarian 28 ABK asal Sibolga dan 1 orang nahkoda kapal pompong yang hilang bersama KM Mega Top III, sejak tanggal 3 Januari 2018, harus tetap dilanjutkan. Ia meminta aparat terkait, seperti Basarnas, Kelautan dan KKP bisa bergerak. Demikian juga dengan Polisi agar segera memantau dan melacak posisi signal seluler ABK yang katanya masih aktif.

“Tentunya kita prihatin karena kondisi ini sudah hampir satu bulan namun belum ada hasil. Dan ini perlu ditindak lanjuti dengan cepat, dan mudah-mudahan jangan sampai terjadi kecelakaan kapal di laut,”kata Anton, Rabu sore, (24/1).

Dikatakan Anton, malam ini ia akan menggelar konprensi pers terkait hilangnya KM Mega Top III, dan besok pagi akan bergerak ke Padang dan langsung terbang ke Medan.

“Saya selaku Ketua Umum Ikatan Nakoha Naga Indonesia, dan juga Ketua DPP Golkar bidang tani dan nelayan, malam ini pukul 21.00WIB melakukan konferensi pers dengan awak media. Tentunya kita prihatin karena kondisi ini sudah hampir satu bulan namun belum ada hasil. Dan ini perlu ditindak lanjut dengan cepat dan mudah-mudahan jangan sampai terjadi kecelakaan kapal di laut,”harapnya.

Sedangkan kepada anggota keluarga ABK, Politisi Golkar ini berpesan, agar tetap bersabar dan berserah kepada Tuhan Yang Maha Esa agar kiranya diberikan jalan yang terbaik.

“Kita minta keuarga berdoa, dan kita cari jalan keluar, dan kiranya Tuhan memberikan jalan yang terbaik. Dan suatu waktu saya akan datang ke Sibolga untuk menemui keluarga ABK,”sebut Anton.

Sementara itu Jamil Zeb Tumory yang sejak awal tidak lelah mengikuti dan berjuang terkait hilangnya KM Mega Top III ini, terpaksa terbang ke Jakarta, karena belum adanya tanda-tanda serta gerakan yang maksimal terhadap pencairan 29 nyawa manusia yang ada di KM Mega Top III.

“Ini menyangkut nyawa manusia warga negara Indonesia yang mencari makan demi menghidupi anak dan isterinya. Saya yakin, tidak satupun yang menginginkan peristiwa ini terjadi kepada mereka, akan tetapi itu kondisinya. Gerakan yang saya lakukan adalah gerakan kemanusiaan, karena batin saya tidak tenang dan tidak sanggup menyaksikan cucuran air mata para keluarga ABK yang sampai saat ini menanti tanpa kepastian,”kata Jamil.

Atas dasar itulah tambah Ketua Golkar Sibolga ini, dia langsung terbang ke Jakarta tadi pagi mencari jalan agar dilakukan pencarian secara maksimal dengan menurunkan peralatan yang memadahi demi keberadaan nasib para nelayan.

“Allamdulillah, walaupaun satua harian saya menunggu di Senayan, saya bisa bertemu dengan bapak Anton Sihombing selaku anggota DPR-RI dan juga sebagai Ketua Umum Ikatan Nahkoda Naga Indonesia dan juga Ketua DPP Golkar bidang tani dan nelayan. Beliau sangat antusias dan terharu akan nasib para ABK asal Sibolga yang sampai detik ini belum ada kabar berita,”kata Jamil melalui ponselnya saat berada di Jakarta, Rabu. (HAT)

Komentar

Tinggalkan Balasan

News Feed