oleh

Bah..Gaji Guru Honorer di Tapteng Dipotong

Tapteng, 10/1 (Batakpost.com)- Para guru honorer SMA-SMK yang ada di Kabupaten Tapanuli Tengah mengaku kecewa atas adanya potongan gaji honor yang mereka terima. Dimana gaji honor yang dikeluarkan Dinas Pendidikan Sumatera Utara kepada mereka terhitung bulan Juli-Desember 2017, dipotong oleh oknum-oknum kepala sekolah yang ada di Tapteng dengan alasan tidak jelas.

Demikian disampaiakan Ketua Forum Honor K2 Kabupaten Tapanuli Tengah, Gideon Purba kepada media Rabu, (10/1).

Menurut Gideon, para guru-guru honorer yang tergabung dalam Forum Honor K2 Tapteng mengaku, bahwa ada pemotongan gaji honor mereka. Bahkan Gideon sendiri tidak mau menerima gaji honornya, karena adanya potongan yang dilakukan oleh oknum kepala sekolahnya.

Diungkapkannya, bahwa gaji honor mereka dari Provinsi sebesar Ro40ribu/jam. Namun yang mereka terima kisaran Rp10-12ribu/ jam dengan alasan yang tidak jelas.

Ia mencontohkan gaji honor yang harus diterimanya dari provinsi sebesar Rp2,4juta selama 6 bulan, namun dislip rekapitulasi pembayaran gaji di Sekolahnya tinggal Rp750ribu. Atas dasar itu, Ia tidak mau meneken dan menerima gajinya. Dan data slip gaji honor yang dia dapat dari Provinsi terera gaijinya Rp2,4juta.

“Ini namanya pungli! Makanya saya tidak mau menerima dan meneken slip gaji itu. Sementara teman-teman yang lain sudah ada juga yang meneken mungkin karena faktor ekonomi dan lain sebagainya. Namun masih banyak juga guru-guru honor yang tidak mau meneken karena adanya pemotongan itu. Makanya saya berani mengungkapkan ke media karena ini sudah jelas namanya pungli dan pembohohan. Dan kami meminta agar Dinas Pendidikan Provsu atau KUPT Sibolga segera turun tangan menyikapi ini serta bertindak,”tegasnya.

Sementara itu oknum Kepala Sekolah tempat Gideon mengajar ketika dikonfirmasi membantah ada pemotongan. Ia mengaku siap berhadapan dengan hukum jika dirinya ada melakukan pemotongan terhadap gaji guru honor.

“Ini menyangkut uang, tidak bisa katanya, melainkan harus ada bukti. Kalau memang saya terbukti ada memotong gaji guru honor saya, saya siap berhadapan dengan hukum,”tantang kepala sekolah.

Sementara itu Kepala UPT Sibolga Dinas Pendidikan Sumut Rustam Effendi Hasibuan yang dikonfirmasi menegaskan, bahwa tidak ada alasan kepala sekolah untuk memotong gaji guru honorer. Itu murni yang diperjuangkan di Provinsi dan untuk membayar gaji guru honorer. (RED)

 

 

 

 

 

Komentar

Tinggalkan Balasan

News Feed