Ini Pengakuan Ayah yang Racuni Bayinya Hingga Tewas di Cirebon

oleh
Almarhum Kaisar yang tewas karena dirancuni ayah kandunganya sendiri (dtc)

Cirebon, 8/1 (Batakpost.com)-Kaisar Alfikar, bayi berusia 14 bulan tewas diracun ayah kandungnya, Taufik (27) warga Blok Wage Desa Babakan Losari, Kecamatan Waled, Kabupaten Cirebon, Jawa Barat.

Saat ini kondisi Taufik terbaring lemas dan masih dirawat di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Waled Cirebon. Tangan kiri Taufik diborgol dan dijaga salah seorang petugas kepolisian.

Taufik mengaku menyesal karena telah meracuni anaknya hingga tewas. Air mata Taufik menetes saat ditanya soal kejadian pembunuhan dan percobaan bunuh diri yang dilakukannya.

Aksi bejatnya itu ia lakukan karena kesal dan emosi terhadap istrinya, Karis yang saat itu bekerja di Riau. “Kesal sama istri saya. Saya hubungi lewat telepon dan menyuruh istri saya pulang, tapi dia menolak,” ucap Taufik seraya mengusap air matanya saat ditemui detikcom di Ruang Dahlia F RSUD Waled Cirebon, Senin (8/1/2018).

Taufik berharap istrinya pulang ke rumah agar kembali mengurus anaknya. Lebih dari dua bulan istri Taufik merantau ke Riau. Pekerjaan istrinya di Riau dinilai Taufik tak pantas. Menurut Taufik, istrinya bekerja di kantin. Namun, Taufik curiga karena foto-foto istrinya selalu di hotel.

“Daripada di sana, kerjanya tuh gak pantas. Kasihan anak saya. Masa dititipin ke orang tuanya saja. Kan di sana (Sukabumi) orang tuanya juga ngurus adik istri saya yang usianya masih dua tahun,” ujar Taufik seraya mengelus perutnya.

Taufik mengaku masih merasakan sakit perut akibat menenggak racun tikus. Rasa sakit hati terhadap istrinya yang enggan pulang untuk mengurus anaknya itu menyulud emosi Taufik. Saat berbicara melalui telepon dengan istrinya itu, Taufik sempat mengatakan mendingan mati bersama anaknya karena istrinya sudah tak peduli.

Ayah kandung yang tega membunuh anaknya sendiri dengan cara diracuni (dtc)

“Waktu itu saya bilang, kamu kan ibunya masa gak mau ngurusin? Dia malah jawab emang lu mampu beliin gua pakaian bagus, tas bagus, dan sepatu bagus? Sakit hati saya. Mendingan mati saja, dia bilang kalau mau mati-mati aja,” katanya.

Air mata Taufik terus menetes. Taufik mengingat hari-hari bersama anaknya, Kaisar Alkfikar. Aksi bejatnya dibayar mahal. Kaisar Alfikar kini telah dikebumikan di Sukabumi.

Taufik mengaku sebelum meracuni Kaisar, dirinya sempat menjual telepon seluler miliknya untuk membeli racun tikus. “Habis jual handphone, saya langsung beli racun tikus. Mendingan anak sama suami mati saja,” ucapnya.

 

Setelah meracuni anaknya, Taufik pun menenggak racun. Mati bersama Kaisar sebagai bukti tanda sayangnya terhadap anaknya. Dua bulan lebih Taufik bersama Kaisar. Sebelumnya, Kaisar diasuh oleh orang tua istrinya di Sukabumi.

“Saya sayang banget sama anak saya, siang malam saya sama anak terus. Nyesal saya, kalau tidak emosi mungkin tidak bakal jadi seperti ini. Kalau tidak ada kata-kata itu (mau mati, mati aja) dari istrinya gak bakal begini,” ujarnya seraya menangis.

Taufik mengatakan Karis, istrinya tega meninggalkan anaknya saat masih menyusui. Karis kerja di Riau diajak oleh temannya. Selama ditinggal sang istri, Taufik mengaku banting tulang untuk menghidupi anaknya. Bahkan Taufik sempat mengamen.

“Saya buka kios pulsa di rumah. Pernah ngamen juga kalau tidak ada kerjaan, terus bekerja juga sebagai kuli bangunan,” ucapnya.

Taufik sempat menolak saat dikirimin uang dari istrinya. Karena, Taufik menilai uang tersebut didapatkan dari kerjaan yang tak pantas. “Buat apa dikirimin uang haram. Selama ini masih cukup untuk dari kerja dan ngamen,” tutup Taufik.

Kaisar meninggal saat mendapat perawatan di Rumah Sakit Umum daerah (RSUD) Waled Kabupaten Cirebon, Jawa Barat pada Sabtu (6/1/2018. Taufik merupakan warga Desa Babakan Losari, Kecamatan Pabedilan, Kabupaten Cirebon. (dtc)