oleh

Masyarakat Berikan Dukungan kepada Polisi Untuk Menangkap Pelaku Jambret

Pandan, 27/12 (Batakpost.com)- Masyarakat Tapteng dan Kota Sibolga menanti perkembangan kasus penjambretan yang terjadi di Jalan Tukka, Kamis malam,(21/12). Polisi diharapkan mampu menangkap dan bertindak tegas kepada pelaku yang sudah menghilangkan nywawa orang lain.

“Kami yakin Polisi pasti bisa menangkap pelaku. Untuk itu kami berikan dukungan penuh kepada Polisi untuk melakukan tugasnya demi menjaga nama baik institusi Polisi dan juga Kabupaten Tapanuli Tengah, yang ‘tercoreng’ akibat aksi pelaku,”kata Direktur LSM P4BSU, Jamil Zeb Tumori dalam siaran persnya, Rabu siang.

Jamil juga meminta, agar pelaku segera menyerahkan diri, karena kemanapun pelaku bersembunyi pasti akan dapat dilacak. “Saya menyarankan agar pelaku segera menyerahkan diri dan mempertanggungjawabkan perbuatannya dihadapan hukum. Dan kepada tim intel Polres Tapteng agar bergerak cepat menangap pelaku, karena marwah dari Polri dipertaruhkan dalam kasus yang mengagetkan masyarakat Tapteng dan Kota Sibolga. Dan saya sangat mendukung statement dari pak Bupati Tapteng yang meminta agar pelaku ditindak tegas, bila perlu tempak ditempat supaya ada efek jerah,”sebut Jamil.

Sementara itu Kapolres Tapteng AKBP Hari Setyo Budi yang dikonfirmasi Rabu siang mengatakan, bahwa kasus tersebut masih dalam penyelidikan. Ia juga mengucapkan terimakasih kepada masyarakat atas dukungannya agar pelaku cepat tertangkap.

“Terimakasih kepada masyarakat atas dukungan dan kepercayaannya. Kami sudah bekerja dan kami akan sampaikan apa hasil dari pengembangan kasus ini,”ujarnya.

Sebagai mana diberitakan sebelumnya, korban pejambretan Lismawati Nainggolan, (41) guru ASN di SMAN 1 Tukka, dan juga guru honorer di SMAN 2 Tukka, meninggal dunia pasca luka yang dialaminya ketika tas miliknya yang berisikan hand phone dijambret pelaku.

Dimana malam itu, korban bersama dengan temannya Masa Melati Siahaan, datang dari arah Sibolga menuju Tukka mengendarai sepeda motor Mio BK 6022 TAB warna hitam. Korban dibonceng temannya Masa Siahaan, dan saat itu korban baru selesai menelpon suaminya dan memasukkan Hp nya ke dalam tasnya. Setibanya di sekitar kuburan Jonggara di Jalan Tukka, tas korban langsung dijamret pelaku, dan korban terjungkal ke balakang mengakibatkan kepalanya terbentur ke aspal. Akibat benturan keras itu, korban mengalami pendaharan dibagian kepala. Korban sempat dilarikan ke RSUD Pandan untuk mendapat pertolongan. Karena darah terus keluar dari hidung, telinga dan mulut korban, akhirnya korban meninggal dunia waktu dalam perjalanan dirujuk ke Medan.

Korban dikebumikan di di Desa Silamosik Lumban Nainggolan, Kecamatan Porsea, Kabupaten Toba Samosir, Minggu, (24/12). Korban meninggalkan seorang suami marga Harianja dan belum dikaruniai keturunan. (RED)

Komentar

Tinggalkan Balasan

News Feed