Bupati Minta Polisi Tangkap Pelaku Begal dan Tindak Tegas

oleh
Bupati Tapanuli Tengah, Bakhtiar Ahmad Sibarani (batakpost.com/RED)

Pandan, 23/12 (Batakpost.com)- Bupati Tapanuli Tengah, Bakhtiar Ahmad Sibarani meminta aparat kepolisian Resort Tapanuli Tengah agar menangkap dan menindak tegas pelaku begal yang sudah menewaskan Lismawati Nainggolan, (41) guru ASN di SMAN 1 Tukka, Kamis malam.

“Saya selaku bupati Tapanuli Tengah mengutuk keras perbuatan begal yang dilakukan kepada masyarakat saya. Untuk itu saya meminta kepada pihak kepolisian agar bertindak secara profesional untuk menangkap siapa pelaku begal itu,”tegas Bupati kepada media ini.

Bupati mengatakan, dirinya tidak mau daerah Tapanuli Tengah nantinya dicap sebagai daerah yang tidak aman atau daerah yang rawan dengan begal. Apalagi saat ini saduara-saudara saya yang beragama Kristen sedang merayakan Natal butuh keamanan dan kenyamanan sepulangnya merayakan Natal.

“Saya yakin pihak kepolisian mampu untuk mengungkap dan menangkap siapa pelakunya.

Intinya, tangkap pelaku dan tindak setegas-tegasnya, agar ada efek jerah dan tidak terulang lagi kejadian seperti ini,”tegas bupati dengan nada geram.

Bupati juga mengungkapkan, bahwa ia telah memerintahkan Satpol PP Tapanuli Tengah agar turut membantu petugas kepolisian melakukan patroli di daerah-daerah yang rawan atau kawasan yang sepi dan minim penegaran lampu jalan.

“Saya sudah perintahkan Satpol PP untuk membantu petugas melakukan patroli di tempat-tempat yang rawan. Dan saya juga mengajak semua lapisan masyarakat, para OKP, Kepala Desa, Lurah, agar meningkatkan Siskambling di lingkungan masing-masing. Kalau ada gerak gerik yang mencurigakan laporkan segara kepada pihak keamanan. Mari kita berikan rasa aman bagi daerah kita masing-masing, dan kejadian ini tidak boleh terulang kembali,”sebut Bupati.

Sementara itu Kapolsek Pandan AKP. P Tambunan yang dikonfirmasi terkait pengembangan kasus itu mengatakan, masih dalam lidik.

Sebagaimana diberitahan sebelumnya, Lismawati Nainggolan, (41) meninggal dunia pasca terjadinya penjambretan di Jalan Tukka, dekat kuburan Jonggara.

Menurut keterangan dari pihak RSUD Pandan, bahwa kondisi korban sangat parah, karena mengeluarkan darah dari hidung, kuping, dan mulut. (RED)