oleh

Tidak Punya Uang Berobat Ibu Dua Anak Ini Terpaksa Dikurung

Tapteng, 11/1 (Batakpost.com)-Hampir setahun lamanya Mustina Sinaga, (38) warga Desa Ladang Tengah Kecamatan Andam Dewi, Kabupaten Tapanuli Tengah, Sumatera Utara, harus dikurung dalam gubuk ukuran 2×2 meter.

Ibu dua orang anak ini terpaksa dikurung orangtuanya bernama Kamma karena mengalami gangguan kejiwaan pasca melahirkan anaknya yang kedua.

Menurut pengakuan Ompung Parulian Simatupang, (67) sewaktu mengunjungi tempat Mustina di kurung mengatakan, Ia bersama isterinya Katarina Sigalingging tidak sanggup melihat kondisi Mustina yang terpaksa dikurung.

“Hati saya miris melihatnya, karena dia (Mustina) selalu minta tolong agar gembok kurungannya dibuka, karena ia tidak tahan lagi di dalam. Ia mengaku tidak sakit dan tidak gila,”kata Ompung Parulian menirukan perkataan Mustina.

Sesuai dengan penuturan orangtua Mustina dan keluarganya Erlis Manalu kepada Ompung Parulian, Mustina adalah tamatan dari MAN Barus Tapteng TA 2012. Sesudah tamat ia berangkat merantau ke Medan. Tidak berapa lama merantau langsung menikah dengan suaminya Suhery orang Jawa. Dari hasil pernikahan mereka lahirlah anak pertamanya.

“Setelah 20 hari melahirkan anak pertamanya, ada masalah dalam rumah tangga mereka. Dimana suaminya pergi kerja satu harian tidak pulang-pulang tanpa memberi kabar dan pesan. Hal itu membuat Mustina terpukul mentalnya. Dari situlah awalnya Mustina tidak sadarkan diri,”terangnya.

Melihat kondisi itu, Mustina dibawa berobat dan sehat kembali. Dan setelah melahirkan anak keduanya, penyakit Mustina kambuh kembali dan kelakuannya menjadi- jadi. Kadang mau memaki orang, mau jalan-jalan ke kampung tetangga hingga bermalam di rumah orang lain. Karena takut terjadi yang tidak diinginkan, maka keluarga Mustina termasuk orangtuanya mengurung Mustina,”ungkap Ompung Parulian.

Lebih lanjut diungkapkan Ompung Parulian, melihat kondisi Mustina mengalami gangguan kejiwaan, suaminyapun pergi meninggalkannya dan membawa kedua anak mereka.

“Kondisi itulah yang membuat Mustina semakin terpukul, tidak bisa ketemu dengan kedua anaknya. Karena kedua orangtua Mustina adalah orang miskin, tidak sanggup membawa berobat ke rumah sakit jiwa. Salah satu cara mereka mengurungnya dalam ruangan kecil itu. Kedua orangtua Mustina sangat mengharapkan dukungan dari dermawan yang mau membawa putri pertamanya berobat ke rumah sakit jiwa,”sebut Simatupang. (RED)

 

Komentar

Tinggalkan Balasan

News Feed