oleh

Upaya Penanggulan Banjir di Tapteng Terus Ditingkatkan

Tapteng, 9/11 (Batakpost.com)-Akibat guyuran hujan yang melanda Kabupaten Tapanuli Tengah, ribuan rumah terendam banjir. Melihat kondisi itu, Bupati Tapteng Bakhtiar Sibarani langsung turun tangan ke beberapa lokasi banjir guna memantau situasi yang terjadi di lapangan, kemarin.

Pada kesempatan itu Bakhtiar Ahmad memberikan bantuan beras kepada korban banjir di Desa Satahi, Kecamatan Kolang dan dibeberapa lokasi banjir.

Tampak sejumlah SKPD ikut bersama Bupati meninjau pemukiman penduduk yang terendam banjir.

Usai meninjau korban banjir di Kecamatan Kolang, Bupati dan rombongan kemudian bergerak menuju Pasar Sorkam dan Kecamatan Barus.

Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Tapanuli Tengah, Marhite Rumapea yang dikonfirmasi batakpost.com ini, Kamis, (9/11) menjelaskan, bahwa kondisi air hari ini sudah surut dan tinggal penanggulangan dan pembersihan.

Menurutnya, adapun daerah yang dilanda banjir diantaranya, di Kecamatan Barus yang mengakibatkan 92 KK rumah penduduk terendam, di Pasar Tarandam 67 KK, di Ujung Batu 71 KK, Padan Masiang 320 KK, SMA 11 unit, MAN 10, MIN 8, PAUD 1, Perumahan Polsek Barus 4 unit, perumahan Danramil 01 Barus, dan rumah dinas Camat Barus. Sedangkan di Desa Sigiring-giring Kecamatan Tukka, ruas jalan longsong sepanjang 40 meter yang mengakibatkan putus arus lalu lintas.

“Besok akan dilakukan pengerukan dan pembersihan ke Desa Sigiring-giring karena masih menunggu alat berat. Sedangkan penyebab banjir dikarenakan curah hujan yang terus menerus mengguyur Tapteng, ditambah luapan Sungai Aek Sirahar yang merupakan perpaduan aliran sungai dari Kabupaten Humbang dan Tapanuli Utara,”kata Marhite.

Saat ini pihaknya sedang melakukan penanggulangan dan pembersihan di rumah-rumah warga yang terendam banjir.

“Kita berharap agar malam ini jangan lagi hujan agar bisa menyelesaikan penanggulangan kepada rumah-rumah yang direndam banjir. Karena beberapa upaya yang harus dilakukan seperti perbaikan klep bendungan di Padang Masiang yang rusak, perbaikan tembok penahan bronjong sepanjang 270 meter, pembuatan tiang darurat sepanjang 90 meter, dan melakukan normalisasi Sungai Ujung Muaro dan perbaikan lainnya,”sebut Rumapea. (RED)

Komentar

Tinggalkan Balasan

News Feed