oleh

Satu Rumah Hanyut Dibawa Arus di Sipirok

Sipirok, 10/10(Batakpost.com)-Satu unit rumah ditempati janda tua Mbah Sinem (70) di Kampung Koje, Desa Batu Godang, Kecamatan Angkola Sangkunur, Kabupaten Tapanuli Selatan  rusak (hanyut) dibawa derasnya arus air.

Plt.Camat Kecamatan Angkola Sangkunur Mhd Thohir Parlindungan di Sipirok kepada Antara, Selasa mengatakan, air yang merusak rumah papan milik Rudi (36) itu akibat sungai Sangkunur meluap.

“Hujan sejak Minggu(8/10/2017) menyebabkan Sungai Sangkunur meluap dan Senin (9/10/2017) sekira pukul 05.30 Wib sempat banjir sekaligus merusak rumah mbah Sinem,”katanya.

Syukurnya kata Thohir Mbah Sinem tidak mengalami apa apa akibat peristiwa itu, hanya saja dia (mbah Sinem) terpaksa  menumpang salah satu warga di sekitaran kampung itu akibat rumahnya hancur dirusak air.

Sementara Camat Kecamatan Angkola Barat Marumuhum Hot Taufiq kepada Antara di Sipirok, Selasa mengatakan, hujan disertai angin kencang juga melanda wilayahnya Minggu hingga Senin

Dinihari sekira pukul 04.00 Wib (8-9/10/2017) menyebabkan sejumlah titik mengalami longsor .

“Kita sudah melaporkan kejadian Angkola Barat itu ke Pemkab Tapanuli Selatan, dan syukurnya tidak ada korban jiwa ataupun warga yang mengalami luka luka dalam kejadian itu,”sebutnya.

Hanya saja, tercatat seperti sebagian sisi warung milik Thoha Lubis di Lingkungan I Tanoponggol Kelurahan Sitinjak, Angkola Barat rusak akibat tertimpa material longsoran tanah, kerugian ditaksir Rp25 juta.

Ada lagi Dapur papan rumah milik Abdul Hanan Rambe (45) di Lingkungan V masih di Kelurahan Sitinjak yang hancur disorong tanah hingga sampai merusak penyekat ruang tamu.

“Seluruh peralatan dapur Thoha Lubis hancur tertimbun material tanah seperti kulkas, kompor gas hingga sejumlah jenis barang dagangan warungnya tidak luput menjadi korban, kerugian ditaksir Rp 25 juta,” katanya.

Kemudian dinding belakang bangunan Kantor Bumdes dan bagian belakang bangunan rumah milik Zul Fhri Rambe (48) di Lingkungan V Kelurahan Sitinjak jebol akibat longsoran tanah.

Pada kejadian itu juga sebuah pohon tumbang akibat dihantam angin kencang di daerah Simatorkis Sisoma, Angkola Barat.

“Alhamdulilah tidak lebih dua jam setelah tumbang material pohon kemiri sudah dapat dievakusi kebahu jalan sehingga tidak lagi memacetkan arus transportasi lintas Barat Sumatera,”katanya. (ant)

Komentar

Tinggalkan Balasan

News Feed