oleh

Pelaku Penganiaya Wartawan Akhirnya Ditangkap Polisi

Keterangan foto: Kapolsek Pandan, AKP. Parohon Tambunan saat memberikan keterangan kepada wartawan terkait ditangkapnya pelaku penganiayaan terhadap wartawan. (batakpost.com/RED)

Pandan, 2/10 (Batakpost.com)-Jajaran Polsek Pandan berhasil membekuk pelaku penganiaya wartawan mingguan, Aminuddin Zega, (55). Pelaku ditangkap Senin, (2/10) di kawasan Pandan, dan saat ini sedang berada di Polsek Pandan.

Hal itu disampaikan oleh Kapolres Tapteng, melalui Kapolsek Pandan, AKP Parohon Tambunan kepada wartawan di Mapolsek Pandan. Menurutnya, setalah isteri korban membuat laporan ke Polsek Pandan, timnya langsung bergerak untuk melakukan penyelidikan dan juga memanggil serta memeriksa para saksi-saksi.

“Setelah kita mengambil keterangan dari para saksi-saksi, lalu kita kembangkan dan melakukan penangkapan kepada pelaku. Dan tadi siang sekitar pukul 12.30WIB, pelaku sudah kita amankan dan sekarang berada di Polsek Pandan. Jadi biarkan proses hukum yang berjalan dan kami selalu bekerja sesuai dengan aturan dan prosedur yang berlaku di negara kita ini,”tegas Kapolsek.

Dijelaskan Kapolsek, adapun tindakan yang dilakukan oleh pelaku telah melanggar KUH Pidana 351 ayat 1.

Sebagaimana diberitakan sebelumnya tindak penganiayaan yang dialami korban berawal dari ajakan salah seorang pelaku, untuk bertemu di salah satu warung kopi milik warga di Jalan Marison, Jumat (29/9) kemarin.

Disaat pertemuan itu, jelas Aminuddin, tiba-tiba seorang pemuda yang turun dari mobil jenis Kijang Crysta Nopol BK 1031 DY mendatangi korban seraya menghantamkan helm sepedamotor ke bagian kepala korban, sehingga mengalami luka robek.

“Saya kenal pelaku yang memukulkan helm ke kepala saya itu, inisialnya AS. Dan sesudah memukulkan helm itu, mereka langsung kabur pakai mobil kijang Crysta warna biru, dan Avanza silver,” kata Aminuddin.

Diungkapkannya, pelaku AS yang menjadi eksekutor penganiayaan saat pertemuan sempat melontarkan sebuah kalimat, jika perbuatannya itu berkaitan dengan faktor materi yang dijanjikan oleh salah satu oknum agar menghabisi korban.

“Apalagi yang kalian tunggu, kenapa nggak dilaksanakan, apa saja pun pasti dilakukan demi uang, karena sakitnya pencaharian sekarang,” beber Aminuddin, saat menirukan ucapan pelaku AS, sebelum menghantamkan helm ke bagian kepala korban.

Selanjutnya Aminuddin mengatakan, usai mendapat tindakan penganiayaan, dirinya langsung melaporkan peristiwa itu ke Mapolsek Pandan, dan selanjutnya mendapatkan perawatan medis dari RSUD Pandan.

Kini korban sudah keluar dari rumah sakit Pandan dan rawat jalan di rumahnya.

Sementara itu isteri korban Ritawati Hutagalung meminta agar wartawan dan LSM dalam menjalankan tugasnya berhati-hati dan kompak

“Saya berterimakasih kepada para wartawan atas dukungannya telah membantu memberitakan kejadian yang dialami suami saya. Saya tetap berharap agar para wartawan saling membantu dan mengkawal kasus ini agar jangan terulang kembali kepada yang lain. Jika wartawan saja tidak nyaman lami melaksanakan profesinya, gimana mau bisa bekerja dengan baik,”katanya. (RED)

Komentar

Tinggalkan Balasan

News Feed