oleh

DPRD Pertanyakan Anggaran Rp2,5M Pembelian Lahan SMPN 8 Sibolga

-Sibolga-1.538 views
Keterangan foto: Lahan pembangunan SMPN 8 yang ada di perbukitan Parombunan, yang letaknya curam dan terjal. (batakpost.com/HAT)

Sibolga, 29/9 (Batakpost.com)-Pembangunan proyek SMPN 8 yang saat ini sedang berlangsung di perbukitan Parombunan Sibolga semakin mengungkap fakta-fakta yang mengejetukan. Bagaiman tidak, dana untuk pembelian lahan SMPN 8 ternyata sudah dikucurkan Pemko sebesar Rp2,5miliar. Namun kenyataan proyek itu dibangun di lahan milik Pemko sendiri dan anggaran pembangunannya bersumber dari Dana Alokasi Khusus (DAK).

Pertanyaan ini dilontarkan oleh Wakil Ketua DPRD Sibolga, Henra Sahputra sewaktu dikonfirmasi awak media ini kemarin, di ruang kerjanya.

“Sesuai dengan aturan dan keputusan yang disetujui DPRD Sibolga, bahwa Pemko menyediakan anggaran sebesar Rp2.5miliar untuk membeli lahan pembangunan SMPN 8. Namun kenyataan justru proyek itu dibangun di lahan milik Pemko Sibolga sendiri yang ada di bumi perkemahan Parombunan. Dan berdasarkan informasi yang kami dengar, katanya lahan yang akan dibeli Pemko Sibolga itu batal karena harganya dinaikkan yang punya tanah. Ini kan aneh namanya?,”Tanya Henra.

Dijelaskan Politisi NasDem itu, diusulkannya anggaran sebesar Rp2,8 miliar oleh Pemko Sibolga melalui Dinas Pendidikan, untuk membeli lahan. Sudah pasti ada lahan yang mau dibeli makanya dapat tafsiran harga Rp2.5miliar. Namun sesuai dengan info kepada kami, katanya pemilik lahan tidak mau lagi menjual tanahnya dengan alasan harga sudah dinaikkan.

“Inikan jadi lucu-lucuan namanya. Emang semudah itu membatalkan sesuatu yang sudah disepekati. Makanya saya katakan, bahwa perencanaan dari Pemko gagal, sehingga lahan yang mau dibeli bisa batal hanya alasan harga tiba-tiba dinaikkan. Pun demikian, masih ada lahan yang bisa dibeli dengan anggaran Rp2.5 miliar di Kota Sibolga ini. Kalaupun itu tidak ada, kan Pemko Sibolga masih memiliki lahan di Panomboman, kenapa tidak dibangun di sana SMPN 8, kenapa harus dipaksakan diatas bukit yang curam yang setiap saat mengancam keselamatan. Kami dari DPRD akan mempertanyakan hal itu dalam Paripurna nanti, khususnya masalah anggara yang Rp2,5 miliar itu, apakah jadi silva atau dikemanakan,”tegas politis muda itu. (HAT)

Komentar

Tinggalkan Balasan

News Feed