oleh

Pembangunan SMPN 8 di Parombunan Bukti Gagalnya Perencanaan Pemko

-Sibolga-1.576 views
Keterangan foto: Wakil Ketua DPRD Sibolga, Henra Sahputra saat memberikan komentarnya terkait pembangunan gedung SMPN 8 Sibolga diatas bukit Parombunan. (batakpost.com/HAT)

Sibolga, 28/9 (Batakpost.com)- Dibangunnya SMPNegeri 8 di kawasan perbukitan Parombunan yang rentan akan longsor dan bencana, ditambah lagi kawasan itu sudah diperuntukkan untuk perkemahan pramuka mendapat tanggapan pedas dari Wakil Rakyat Kota Sibolga dan juga dari Kwarcab Pramuka Sibolga.

Menurut Henra Sahputra yang dikonfirmasi batakpost.com di ruang kerjanya, Kamis, (28/9) menegaskan, bahwa dibangunnya gedung sekolah SMPN 8 di kawasan tersebut sebagai bukti gagalnya perencanaan dari Pemko Sibolga.

“Sesuai dengan persetujuan dari DPRD Sibolga bahwa lokasi untuk pembangunan SMPN8 itu bukan di Parombunan, melainkan di Jalan Merpati dekat Rusu Nawa. Makanya disetujui anggaran untuk membeli lahan seharga Rp2,5miliar. Namun nyatanya lokasi bagunan sekolah itu pindah ke Parombunan tanpa sepengetahuan kami dari lembaga ini. Makanya saya katakan perencanaannya gagal,”tegas Henra Saputra selaku Wakil Ketua DPRD Sibolga.

Diungkapkan politisi muda Partai NasDem itu, dari segi kelayakan dan keamanan sangat tidak tepat bangunan sekolah didirikan di tepi jurang. Itu sama halnya mencelakakan anak kita.

“Kalau benar ada konsultan dari Medan yang bisa menjamin kondisi bangunan dan lahan tersebut tidak longsor, agar dibuat hitam diatas putih, bahwa konsultan itu bisa menjamin tidak ada masalah terkait tekstur tanah dan tidak longsor. Hal ini akan menjadi pertanyaan kita saat rapat di dewan nanti,”terang Hendra.

Terkait penjelasan Kadis Pendidikan Sibolga yang mengatakan agar ada tambahan bus sekolah melalui Dinas Perhubungan Sibolga, itu sama sekali tidak ada. Ia sudah melihat anggaran dan juga dana DAK untuk Dinas Perhubungan, tidak ada penambahan Bus Sekolah. Sedangkan yang ada sekarang ini saja tidak memadahi.

“Berdasarkan laporan kepada kami, bahwa Bus Sekolah milik Dinas Perhubungan Sibolga satu sudah rusak, dan tinggal satu lagi. Dan itu tidak memadahi untuk mengangkut anak sekolah ke bukit Parombunan, karena ada 4 sekolah di atas sana. Jadi mari kita pikirkan bagaimana nasib anak-anak kita yang mau sekolah di sana, jangan sesudah terjadi masalah baru repot,”ketusnya.

Senada dengan itu, Ketua Kwarcab Pramuka Sibolga, Nurzin Z juga menyampaikan protesnya. Karena sesuai dengan isi piagam yang diserahkan Walikota Sibolga semasa Sahat Panggabean, bahwa kawasan tersebut diperuntukkan untuk Perkemahan Pramuka.

“Saya sudah sampaikan protes kepada kepala sekolah SMPN 8, kenapa dibangun sekolah di kawasan perkemahan. Karena nyata-nyata akan mengganggu kegiatan perkemahan Pramuka. Dan saya juga menegaskan,bahwa saya selaku Ketua Kwarcab Pramuka Sibolga tidak pernah diundang Kadis Pendidikan untuk mendiskusikan hal itu. Makanya saya kaget ada komentar Kadis Pendidikan di media yang menyatakan sudah mengundang Pramuka Sibolga untuk membahas bangunan itu. Sekali lagi saya tegaskan tidak pernah saya diajak diskusi,”tegasnya.

Dan sebagaimana diatur dalam Undang-undang nomor 12 Tahun 2010 tentang Pramuka, lanjutnya, mereka selaku pengurus Kwarcab Sibolga akan terus mengembangkan perkemahan di lokasi itu.(HAT)

 

 

Komentar

Tinggalkan Balasan

News Feed