oleh

Mahasiswa Akper Tapteng Dibenahi Ilmu Petabe

Keterangan foto: Simulasi penyelamatan yang dilakukan mahasiswa Akper Tapteng dalam menyelamatkan orang hanyut. (batakpost.com/IST)

Tapteng, 23/9 (Batakpost.com)-Selain mendapat ilmu dibidang kesehatan, ternyata mahasiswa Akper Pemkab Tapanuli Tengah ini juga dibenahi ilmu bagaimana cara menyalamatkan orang yang hanyut di air atau yang disebut dengan pelatihan perawat tanggap bencana.

Pelatihan perawat tanggap bencana itu dilaksanakan di Sungai Aek Sirahar, tepatnya di Desa Kampung Mudik, Kecamatan Barus, Tapanuli Tengah, Sumatera Utara.

Dalam pelatihan itu, para mahasiswa ini dibantu petugas Tim SAR dan BPBD Tapteng dengan sigap menurunkan perahu karet untuk menyelamatkan satu per satu korban hanyut di sungai.

Direktur Akper Pemkab Tapteng, Rostianna Purba, S.Pd, M.Kes menjelaskan, pelatihan Perawat Tanggap Bencana (Petabe) ini dilaksanakan untuk meningkatkan pengetahuan dan keterampilan mahasiswa Akper dalam mitigasi kebencanaan, mulai dari sebelum bencana ada, pada saat bencana terjadi dan ketika bencana usai.

“Target kompetensi ini yang diharapkan dapat dicapai oleh mahasiswa Akper Pemkab Tapteng. Pendidikan tinggi merupakan salah satu lembaga yang diharapkan ikut berpartisipasi dalam mengedukasi masyarakat dan mempersiapkan sumber daya manusia tanggap bencana. Sasaran yang tepat untuk menyiapkan sumber daya manusia tersebut adalah tugasnya para petugas medis dan mahasiswa keperawatan,” kata Direktur Akper Rostianna Purba kepada wartawan, Sabtu, (23/9).

Pada kesempatan itu, Direktur Akper Pemkab Tapteng menyampaikan penghargaan dan terimakasih yang sebesar-besarnya kepada Tim SAR Sibolga, BPBD Tapteng, Camat Barus, Forkopimka Barus, serta seluruh panitia yang telah mendukung kegiatan Petabe sehingga dapat berjalan dengan baik.

Sebelumnya, Ketua Panitia Marganda H Limbong, S.Kep, Ns melaporkan, pelatihan Petabe ini dilatar belakangi oleh visi Akper Pemkab Tapanuli Tengah yakni menjadi program studi yang unggul dalam keperawatan bencana pada Tahun 2020. Dan salah satu misinya adalah menyelenggarakan dan mengembangkan pendidikan untuk menghasilkan tenaga perawat yang profesional khususnya dalam keperawatan bencana.

Kepala Pos SAR Sibolga dalam sambutannya menyampaikan agar dalam pelaksanaan simulasi Petabe langsung di sungai, seluruh peserta tetap berpedoman pada SOP yang telah dipelajari mahasiswa selama di perkuliahan di kampus, serta pemberian materi briefing oleh Tim SAR Sibolga.

Sementara Kepala BPBD Tapteng menyampaikan penghargaan kepada Akper Pemkab Tapteng. Dimana pelaksanaan program Petabe ini dapat mendorong kesiapan daerah menghadapi potensi bencana melalui lahirnya Perawat yang kompeten dalam penanganan bencana.

Sementara itu Camat Barus diwakili Sekcam Usman Edi, SP mengatakan, pemilihan lokasi pelatihan Petabe ini sangat tepat. Sebab menurutnya, Desa Pasar Tarandam kondisi alamnya memang rawan banjir, akibat luapan sungai Aek Sirahar. “Semoga kegiatan ini dapat berjalan lancar, dan simulasi di sungai dapat berjalan baik dan selamat,” ucapnya.

Pelatihan Perawat tanggap bencana Akper Pemkab Tapteng tahun 2017 ini bertema Pendidikan dan pelatihan mitigasi bencana alam dan simulasi di sungai Barus. Pelatihan Petabe ini dilaksanakan selama dua hari mulai Selasa 19 Sept hingga Rabu 20 Sept2017, diikuti sebanyak 46 mahasiswa Akper Pemkab Tapanuli Tengah. Adapun materi pelatihan yang diberikan Instruktur dari BPBD Tapteng dan SAR Sibolga kepada mahasiswa yakni, teknik penyelamatan korban bencana di air. Kemudian, melakukan simulasi di sungai dan re-simulasi oleh mahasiswa.

Turut hadir dalam acara pembukaan kegiatan ini yakni, Direktur Akper Pemkab Tapanuli Tengah Ibu Rostianna Purba, S.Pd, M.Kes, Camat Barus yang diwakili oleh Sekcam Usman Edi, SP, Danramil 01 Barus Kapten Inf MT. Sinaga, Kapolsek Barus yang diwakili L. Simatupang, Kepala Pos SAR Sibolga diwakili oleh Suhaimi Idris, Kepala BPBD Tapteng diwakili oleh Jonny Sinaga, seluruh panitia pelaksana kegiatan,  serta Insuktur dari Tim Pos SAR Sibolga.

Masyarakat di sekitar pinggiran sungai Aek Sirahar antusias menyaksikan bagaimana mahasiswa Akper Pemkab Tapteng melakukan simulasi melakukan pertolongan bencana di Sungai. (RED)

Komentar

Tinggalkan Balasan

News Feed