Mayat Tarihoran Nyangkut Dijaring Nelayan Panggabean

oleh
Keterangan foto: Jenazah Rahmad Lando Tarihoran yang tersangkut dijaring Riris Panggabean di pinggir Pantai Pandan, Selasa, (19/9). (batakpost.com/IST)

Pandan, 19/9 (Batakpost.com)- Mayat Ir. Rahmad Lando Tarihoran, (58), warga Jalan Padangsidimpuan, Kecamatan Pandan, Tapanuli Tengah tersangkut dijaring nelayan. Kontan kejadian itu menghebohkan masyarakat sekitar. Peristiwa ini terjadi Selasa siang, (19/9).

Penemuan sesosok mayat tersebut dibenarkan Kapolres Tapteng AKBP Hari Setyo Budi melalui Kapolsek Pandan AKP Parohon Tambunan. Kapolsek menerangkan, mayat tersebut bernama Ir. Rahmad Lando Tarihoran (58) warga jalan Padangsidimpuan, Kecamatan Pandan, Kabupaten Tapanuli Tengah.

“Kita mendapat informasi ada warga menemukan sesosok mayat laki-laki terjaring oleh nelayan bernama Riris Panggabean, yang saat itu sedang menjaring ikan. Selanjutnya oleh personil kita mendatangi TKP dan benar ditemukan ada sesosok mayat laki-laki tersangkut dijaring nelayan tanpa busana,” ujar Kapolsek.

Kapolsek menjelaskan, mayat tersebut ditemukan berjarak sekitar 25 meter dari pinggir pantai Pandan, tidak jauh dari pemukiman warga. “Dari tangan korban ditemukan jam tangan warna hitam merek Pierre Jill dan gelang akar bahar, serta cincin batu akik di jari manis korban” terangnya.

Setelah mendapat kabar, tidak berapa lama kakak korban bernama Pauliana Tarihoran tiba lokasi. Setelah melihat mayat tersebut, Paulina mengatakan bahwa mayat tersebut adalah adiknya.

Paulina mengungkapkan, adiknya itu memang sering mandi laut. Tadi pagi korban berangkat dari rumah sekira pukul 07.30 WIB. “Pagi pagi, Adek saya sudah biasa berenang ke laut,” ujar Paulina.

Menurut Paulina, kondisi adiknya itu sedang mengalami stres sepulang dari Jakarta. Adiknya itu sudah enam bulan tinggal di rumahnya. Pada pagi hari, korban sering mandi ke laut.

“Mayat Rahmad Lando Tarihoran, sempat tidak dikenal warga sekitar Pandan, karena memang adik saya itu tinggal di Jakarta. Dia sudah sekitar 6 bulan tinggal di rumah kami ini,” kata Paulina.

Sementara tiga nelayan pukat tepi yakni Riris Panggabean, Muslim Sihombing dan Anto Panggabean yang pertama kali menemukan mayat tersebut mengungkapkan, mereka sebelumnya tidak menyangka ada mayat yang sangkut dijaring mereka. Namun mereka heran kenapa jaring sangat berat saat ditarik.

Lanjut Riris, ketika jaring sudah berada di tepi pantai mereka terkejut ada mayat di dalam jaring tersebut, sehingga mereka tidak berani mengeluarkan mayat tersebut dari jaring. Lalu mereka memberitahu kepada warga sekitar tentang penemuan mayat tersebut. Beberapa warga kemudian menginformasikan ke petugas Polsek Pandan.

Personil Polsek Pandan selanjutnya mengevakuasi korban ke RSUD Pandan untuk dilakukan visum. Pihak RSUD Pandan mengatakan, korban meninggal dunia akibat tenggelam, tidak ada ditemukan tanda-tanda kekerasan. (RED)