Kehadiran LSM Sering Dianggap Jadi Momok

oleh
Keterangan foto: Pertemuan Berkala LSM dengan Kesbangpol Tapteng. (batakpost.com/HAT)

Pandan, 15/9 (Batakpost.com)-Kehadiran Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) di Kabupaten/kota sering dianggap sebagai momok bagi Kepala Daerah dan pejabat pemerintah. Tidak sedikit pandangan negatif ditujukan kepada para LSM. Demikian pengakuan sejumlah LSM dalam acara Pertemuan Berkala Dengan LSM se Tapanuli Tengah yang difasilitasi oleh Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) Tapteng, Jumat, (15/9) di Aula Kantor Dinas Pendidikan Tapteng  di Pandan.

Diakui mereka, dalam menjalankan tugasnya sebagai LSM, selalu mendapat kendala khususnya mengenai keterbukaan informasi dan data dari Pemkab.  Bahkan koreksi yang disampaikan kepada kepala daerah dipandang sebelah mata dan tidak digubris.

“Kami memiliki tugas dan tanggungjawab untuk mencari data serta melaporkan kejanggalan dan persoalan yang terjadi di daerah dalam bentuk pengawasan. Namun laporan dan hasil temuan yang kami lakukan dianggap mencari gara-gara. Padahal setiap pertemuan, LSM diajak untuk bekerjasama saling mendukung kinerja pemerintah. Melalui pertemuan ini, kami meminta kepada kepala daerah agar tidak alergi kepada LSM,”kata Edison Hasibuan Ketua Bara JP Tapanuli Tengah.

Sementara itu LSM Lippan meminta kepada Kesbangpol Tapteng benar-benar menjadikan LSM sebagai mitra dari pemerintah tidak sebatas selogan saja. Karena yang terjadi selama ini, keberadaan LSM dianggap remeh. Begitu ada temuan dan diadukan ke aparat hukum, dituding mencari sensasi dan lain sebagainya.

Menanggapi hal itu, Kepala Kesbangpol Tapteng, W.Limbong mengatakan, segala masukan yang disampaikan akan diteruskan kepada Bupati.

“Kami berterimakasih kepada bapak/ibu dari LSM yang sudah memberikan masukan dan saran. Kehadiran LSM di Tapanuli Tengah menjadi mata dan telinga pemerintah untuk menyampaikan informasi dalam berbagai sektor. Sehingga pemerintah bisa mengetahui bagaimana perkembangan dan program pemerintah di daerah,”katanya.

Adapun yang menjadi narasumber dalam pertemuan ini, Kasat Intel Polres Tapteng, AKP Erwin Tito, Danramil Pandan, Kap.Inf. Amser Sirait.

Dalam paparannya kedua aparat hukum itu menegaskan, bahwa tugas dari LSM itu sangat diharapkan pemerintah dan juga aparat hukum. Karena perkembangan pembangunan tidak terlepas dari informasi dari LSM.

“Kami mengajak rekan-rekan LSM untuk memberikan informasi dan sama-sama berbuat untuk kelangsungkan pembangunan di daerah kita ini,”kata Erwin. (HAT)