oleh

Disperindag Didesak Lakukan Operasi Pasar Gas 3Kg

Keterangan foto: Salah satu pangkalan gas elpiji 3kg di Pandan saat pengisian gas dari agen ke pangkalan. (batakpost.com/HAT)

Pandan,13/9 (Batakpost.com)-Untuk mengatasi kelangkaan gas bersubsidi 3kg di Kabupaten Tapanuli Tengah, Dinas Perindag Tapteng diminta melakukan operasi pasar. Hal itu untuk mengetahui apa penyebab kelangkaan gas melon itu.

Anwar, (35), warga Pandan mengatakan, Perindag harus berani melakukan operasi pasar untuk mengantisipasi semakin hilangnya gas 3kg. Soalnya disinyalir ada permainan dibalik kelangkaan itu.

“Ini pasti ada permainan kenapa sampai terjadi kelangkaan, dan Perindag harus sigap memantau kondisi itu tidak sebatas menyurati Pertamina. Sembari itu berjalan, harus dilakukan pengecekan dan pengawasan serta antisipasi. Dan salah satu antisipasi yang tepat adalah, dengan menggelar operasi pasar gas elpiji 3kg,”katanya Rabu, (13/9).

Dikatakan pria berkulit sawo mateng itu, Perindag Tapteng harus bersikap tegas mengawasi para pangkalan dan agen-agen. Karena ada permainan dibalik kelangkaan tersebut.

“Kalau menurut keterangan pihak agen, bahwa mereka selalu mengisi gas ke pangkalan masing-masing sesuai dengan orderan. Dan pertanyaan sekarang, kemana semua gas yang di pangkalan itu. Perindag harus melakukan pengecekan melalui bon orderan dari agen ke pangkalan. Benar tidak mereka menurunkan gas sesuai dengan DO atau orderan mereka. Kalau tidak pas, berarti ada permainan. Kalau pengawasan tidak dilakukan, berapa banyakpun jatah untuk Tapteng pasti kurang, karena sekarang ini sedang peralihan dari gas 3kg, ke gas non subsidi yang 5,5kg. Dan biasanya setiap peralihan selalu rawan dengan permainan,”ungkapnya.

Ia mencontohkan peralihan minyak tanah ke gas elpiji yang sarat dengan permainan kala itu. Dan dia yakin bahwa ada modus-modus yang sudah dilakukan oleh orang-orang tertentu yang sudah berpengalaman dibidang itu.

Untuk mematahkan permainan itu, lanjutnya, Pemkab Tapteng melalui Perindagnya harus berani melakukan operasi pasar, sembari melakukan pengawasan dan pengecekan di lapangan.

Sementara itu Kadis Perindag Tapteng, Berlin Doloksaribu yang dikonfirmasi melalui ponselnya, mengatakan, bahwa pihaknya sudah dua kali menyurati Pertamina untuk melakukan operasi pasar. Namun sampai detik ini surat tersebut belum direspon pihak Pertamina. (HAT)

Komentar

Tinggalkan Balasan

News Feed