Setelah 72 Tahun, PGI-D Tapteng Terbentuk

oleh
Keterangan foto: Ketum PGI Sumut saat melantik kepengurusan PGID Tapteng Periode 2017-2020. (batakpost.com/HAT)

Sementara itu Ketua PGI-D Tapteng yang baru dilantik dalam sambutannya menyampaikan, bahwa kehadiran PGI-D di Tapteng sebagai mitra kerja Pemerintah di Kabupaten Tapanuli Tengah untuk mendukung pembangunan di Tapteng.

Sementara itu Ketua BKAG Tapteng, Pastor Posma Manalu sangat mendukung terbentuknya organisasi PGI-D di Tapteng.

“Saya sangat mendukung terbentuknya organisasi kekristenan di Tapanuli Tengah ini untuk meningkatkan pelayanan dan pembangunan masyarakat Tapteng. Saya berharap agar organisasi-organisasi kekeristenan yang sudah lama vakum agar digerakkan kembali sehingga semakin kuat kesatuan dan persatuan untuk melayani masyarakat Tapanuli Tengah. Selain itu itu juga, Ormas Kristen harus dapat mendorong Pemkab Tapteng dalam bidang pembangunan iman sehingga membawa warna dalam kehidupan bermasyarakat,” tandasnya

Wakil Bupati Tapteng, Darwin Sitompul dalam arahannya mengatakan, Pemkab Tapteng menyambut baik dan terbuka untuk setiap organisasi yang sifatnya membangun di Tapanuli Tengah. Dan khusus untuk PGI-D Tapteng, Darwin berpesan, agar mampu meningkatkan iman umat Kristiani yang ada di Tapteng, khususnya anak-anak muda yang saat ini menghadapi tantangan berat berupa narkoba.

“Jika jemaat gereja sudah menjadi pengguna narkoba maka akan sulit para pendeta untuk mengembalakannya. Untuk itulah pencegahan sejak dini harus dimulai dan turun langsung ke tengah-tengah jemaat. Pendeta tidak bisa lagi hanya mengajak melalui khotbah-khotbah, melainkan harus turun langsung menyentuh jemaatnya. Kami atas nama Pemkab Tapteng mengucapkan selamat bertugas dan selamat melayani kepada pengurus PGI-D Tapteng yang sudah dilantik, Tuhan memberkati,”kata Darwin.

Ketua Umum PGI Wilayah Sumatera Utara,  Pdt Bishop Darwis S.Th, M.Psi menyampaikan, bahwa Organisasi PGI bukanlah organisasi yang baru di Indonesia. PGI adalah organisasi bertaraf Nasional dan berbadan hukum. PGI mempunyai cita-cita menjadikan gereja yang Esa dalam perbuatan. Artinya gereja yang Esa bukan menjadikan gereja menjadi satu melainkan pelayanannya.

Dijelaskannya Bishop, adapun yang menjadi Tema PGI adalah, Tuhan mengangkat kita dari samudera raya. Dan Sub Tema, Bersama dengan anak bangsa kita tetap mengamalkan nilai-nilai Pancasila guna menanggulangi kemiskinan, ketidak adilan, radikalisme dan kerusakan lingkungan. (HAT)