oleh

Bayi Debora Simanjorang Meninggal di Rumah Sakit, Uang Muka Jadi Kendala

-Nasional-5.283 views
Keterangan foto: Debora meninggal di RS Mitra Keluarga Kalideres (Foto: Facebook/Birgaldo Sinaga)

Tangerang, 9/9 (Batakpost.com)-Tiara Debora Simanjorang, bayi mungil berusia 4 bulan ini meninggal di IGD RS Mitra Keluarga Kalideres. Nyawa Debora tak tertolong lantaran telat mendapat perawatan karena terkendala masalah uang muka atau down payment (DP).

Kisah pilu bayi Debora diunggah oleh Birgaldo Sinaga di akun Facebooknya. Ibunda Debora, Henny Silalahi mengatakan sudah menceritakan semua kisahnya kepada Birgaldo.

“Semua yang dituliskan Bapak Birgaldo itu benar cerita tentang anak saya, silakan kutip dari sana. Saya masih shock belum bisa bicara banyak,” ucap Henny saat dikonfirmasi kumparan, Sabtu (9/9/2017).

Kisah ini bermula pada Minggu dini hari, 3 September 2017 sekitar pukul 02.30 WIB, Bayi Debora sesak nafas. Nafasnya tersengal. Sebelumnya Debora batuk-batuk berdahak. Henny segera membangunkan suaminya Rudianto Simanjorang. Mereka memutuskan membawa bayinya segera ke Rumah Sakit Mitra Keluarga Kalideres.

Pukul 03.30 WIB, motor dihidupkan. Pagi buta mereka menembus dinginnya malam membawa bayi mungil Debora yang tampak pucat tertidur pulas. Henny melihat tiba-tiba bayi Debora sesak nafas.

Bayi Debora segera dilarikan ke IGD RS Mitra Keluarga Kalideres. Dokter jaga yang sedang bertugas waktu itu, Dokter Iren langsung mengambil tindakan pertolongan pertama. Debora dicek suhu tubuhnya, lalu diberikan penguapan untuk mengencerkan dahaknya. Sambil dilakukan pemeriksaan, ayah Debora, Rudianto diminta mengurus administrasi pasien.

“Pukul 04.10 WIB, kedua orang tua Debora dipanggil dokter Iren. Hasil diagnosa dokter Iren mengatakan si bayi Debora harus segera dibawa ke ruang PICU. Kondisinya memburuk. Pasien harus dimasukkan segera ke ruang PICU untuk memberikan pertolongan maksimal,” kata Birgaldo seperti dikutip dari akun Facebooknya.

Orang tua Debora diminta untuk membayar uang muka Rp 19.800.000 agar anak mereka bisa segera masuk ruang PICU. Namun saat itu keduanya tidak punya cukup uang. Mereka hanya memiliki uang sebesar Rp 5 juta.

“Di kertas daftar harga itu tertera angka Rp. 19.800.000,- untuk pelayanan PICU,” tulis Birgaldo.

Komentar

Tinggalkan Balasan

News Feed