oleh

Terkait Kelangkaan Gas Elpiji di Tapteng Agen Sambut Baik Dilakukan Razia

Keterangan foto: Salah atu agen Gas Elpiji 3kg di Tapteng, yaitu PT. Parbue Nauli Gasindo. (batakpost.com)

Pandan, 6/9 (Batakpost.com)- Adanya perintah tegas dari Bupati Tapteng Bakhtiar Sibarani kepada Perindag Tapteng untuk melakukan razia dan memeriksa izin-izin para agen dan pangkalan gas elpiji 3kg mendapat sambutan positif dari salah satu agen elpiji yang ada di Tapteng, yaitu PT.Parbue Nauli Gasindo.

Menurut  Hasoloan Tampubolon pemilik PT. Parbue Nauli Gasindo, dirinya menyambut baik dilakukan razia baik itu kepada agen dan juga pangkalan-pangkalan, karena tidak masuk akal bisa gas 3kg langka di Tapteng karena pasokan terus masuk.

“Silahkan dirazia diperiksa semuanya, karena ketika kami meyalurkan gas ke pangkalan-pangkalan ada surat jalannya berapa yang diturunkan silahkan dicek sesuai atu tidak. Dan kemana saja pangkalan-pangkalan ini menyalurkan gas tersebut tolong dicek. Dengan demikian terungkap siapa yang bermain dalam kelangkaan gas ini,”katanya sewaktu dikonfirmasi melalui ponselnya, Rabu, (6/9).

Ditanya berapa banyak jatah gas elpiji 3kg ke wilayah Tapteng setiap harinya? Menurutnya kisaran 3.360 tabung per hari.

“Mungkin sudah bisa dibayangkan banyaknya jatah ke Tapteng setiap hari, tapi bisa juga langka. Makanya saya sambut baik dilakukan razia sehingga tidak menuding kami agen ini yang bermain. Berapa banyakpun ditambah jatah ke Tapteng kalau tidak ada pengawasan akan tetap langka. Kalau kami dari PT. Parbue Nauli Gasindo selalu menyalurkan sesuai dengan aturan dan bahkan menjual satu tabung pun kami tidak berani kepada masyarakat. Makanya saya katakan, kelangakaan elpiji di Tapteng ini bermusim. Pertanyaan kenapa bulan-bulan yang lalu tidak ada kelangkaan toh itu juga penduduk Tapteng,”ungkapnya.

Terkait masalah harga HET menurut Tampubolon masih berdasarkan surat putusan Bupati Tapteng tahun 2014 lalu, dan sampai sekarang belum perubahan harga. Padahal biaya angkut dan operasional dari Pertamina Medan ke Tapteng terus naik.

“Kami masih tetap berpatokan surat dari bupati Tapteng tahun 2014 lalu. Padahal sekarang sudah tahun 2017 belum ada perubahan HET, walaupun biaya operasional menjembut gas dari Pertamina Medan ke Tapteng ini terus meningkat. Karena belum adanya perubahan HET, kami tidak berani menaikkan harga,”katanya. (HAT)

Komentar

Tinggalkan Balasan

News Feed