oleh

Ini Penyebabnya Aktivis Edianto Simatupang ‘Diciduk’ Dari Bandara Pinangsori

“Jadi Pihak Poldasu sudah mengirimkan dua kali surat panggilan kepada terlapor Edianto Simatupang, namun tidak diindahkah. Dan hari ini kita mendapat surat perintah untuk menjumput Edianto guna diperiksa, karena yang bersangkutan berdomisili di Tapteng,”tegasnya.

Ditanya apa hasil dari pemeriksaan? Menurut pria berpangkat tiga balok emas di pundak itu, belum bisa dirinci, karena pemeriksaan baru dimulai.

“Kebetulan yang bersangkutan (Edianto) mengaku masih lelah karena baru tiba dari Jakarta, minta waktu istirahat, sekaligus menunggu kehadiran kuasa hukumnya saudara Parlaungan Silalahi. Jadi pemeriksaan sedang berlangsung saat ini. Dan apa hasilnya, agar dikonfirmasi saja langsung ke Poldasu, karena tugas kami hanya sebatas memeriksa saja sesuai perinta dari Poldasu,”kata Zulkifar Kamis sore.

Sementara itu Edioanto Simatupang yang dikonfirmasi di Polres Tapteng mengatakan, bahwa dirinya merasa heran saja terkait pencidukan yang dilakukan oleh Polres Tapteng. Sebagai masyarakat yang taat hukum dirinya siap untuk dibawa ke Polres Tapteng.

“Saya baru tiba tadi pagi sekitar pukul 08.00WIB dari Jakarta ke Pinangsori, sesudah mengikuti pelantikan LSM Gerakan Masyarakat Perangi Korupsi (GMPK) besutan bapak Bibit Samat. Saya kaget begitu anggota Polres Tapteng menunjukkan surat,”katanya.

Ditegaskan Edianto, dirinya senang atas dibukanya kembali kasus pencemaran nama baik atas Bakhtiar Ahmad Sibarani. Menurutnya, dengan dibukanya kasus itu, maka akan terungkap semuanya kasus-kasus yang berkaitan dengan itu, seperti pembakaran rumahnya, penikaman atas dirinya sewaktu unjuk rasa di Medan dan juga terkait masalah lahan di Tapteng.

“Tidak ada masalah bagi saya, dengan kasus ini akan terungkap siapa sebenarnya dalang dibalik itu semuanya. Sedangkan mengenai surat panggilan dari Polisi itu dikirim ke rumah saya yang sudah dibakar dan tidak ada lagi orang di sana,”katanya kepada wartawan. (RED)

Komentar

Tinggalkan Balasan

News Feed