oleh

Truk Colt Diesel Terjun Bebas ke Sungai Renun Dairi, 2 Orang Tewas

Keteragan foto: Anggota BPBD Kabupaten Dairi, Ebersiton Nababan dan Alex Berutu sedang mengevakuasi korban dari dasar Sungai Lau Renun di Desa Pegagan Julu I, Kecamatan Sumbul, Kabupaten Dairi. (rudy sitanggang)

Sidikalang, 20/8 (Batakpost.com)- Mobil truk colt diesel dengan Nopol BL8863TB terjun bebas ke jembatan sungai Lau Renun di jalan Sidikalang-Medan Desa Pegagan Julu I, Kecamatan Sumbul, Kabupaten Dairi. Kecelakaan lalulintas (Lakalantas) terjadi, Minggu (20/8/2017) sekira pukul 05.30 Wib. Dalam kecelakaan itu dua orang tewas seketika satu orang adalah anggota Polri.

Anggota Polri itu bernama Bripka Ibnu Hazar. Sementara supir naas belum diketahui. Anggota Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Dairi, Ebriston Nababan (36) yang pertama kali mengetahui kejadian kepada wartawan, Minggu (20/8/2017) menejelaskan, informasi kecelakaan diperoleh dari pengendara bahwa terjadi lakalantas.

Eberiston Nababan menjelaskan, mendengarkan informasi, dia langsung ke lokasi kejadian. Lalu, Eberiston menghubungi anggota Sabhara Polres Dairi Joni Putra Karosekali. Tak lama kemudian, kata Eberiston, langsung turun kedasar sungai yang berjarak kurang lebih sekitar 100 meter dari atas jembatan. Dia menyebut, korban pertama kali ditemukan adalah anggota Polri tersebut.

Eberiston Nababan didampingi, Alex Berutu (27), Rano Silaban (29) didampingi Kepala Bidang (Kabi) Kedaruratan dan Logistik, Togam Purba bersama Ketua tim SAR, Robert Habeahan mengatakan, evakuaisi dilakukan bersama Polres Dairi. Dikatakan, kondisi medan yang sangat terjal membuat evakusi jenazah kurang lebih 2 jam. Kondisi jenazah keduannya sangat memprihatinkan, kata Eberiston.

Kapolres Dairi AKBP Dedy Tabrani melalui Kanit Laka, Iptu Yan Ujung menjelaskan, truk pengangkut bahan kelontongan meluncur dari arah Medan menuju Tapaktuan Aceh Selatan Provinsi NAD. Kanit Laka menyebut, dugaan sementara kenderaan mengalami rem blong sehingga terjun bebas ke sungai. Korban berangkat dari Medan beriringan empat mobil, ujar Yan Ujung.

Teman korban sesama supir, Barmawi kepada wartawan menerangkan, mereka berangkat dari Medan sekira pukul 23.00 Wib. Barmawi menyebut, mereka beriringan empat mobil dan terakhir berhenti di daerah penatapan, Berastagi, Tanah Karo. Pas kejadian, korban berada dibagian terakhir dalam perjalanan.

Barmawi mengungkapkan, korban diketahui telah mengalami kecelakaan karena ditunggu korban tidak muncul. Lalu, mereka mengetahui bahwa teman mereka sudah terjun ke sungai dan tewas, ungkapnya. Kedua jenazah sudah dievakuasi ke RSUD Sidikalang (medanbisnisdaily.com).

Komentar

Tinggalkan Balasan

News Feed