Walikota: Polres Sibolga Jangan Ragu Untuk Menembak Bandar Narkoba

oleh
Keterangan foto: Walikota Sibolga, Syarfi Hutauruk. (batakpost.com/HAT)

Sibolga, 15/8 (Batakpost.com)-Kondisi Kota Sibolga yang sudah darurat narkoba membuat Walikota Sibolga, Syarfi Hutauruk meminta jajaran kepolisian setempat agar bertindak tegas terhadap para pengedar dan bandar narkotika. Tindakan tegas yang dimaksud sebagaimana yang sudah dinyatakan oleh Kapoldasu Irjen Pol. Paulus Water Pauw  agar menembak bandar narkoba.

“Memang bukan hanya Kota Sibolga yang menjadi darurat narkoba, kawasan pesisir atau pantai cukup rawan dengan peredaran narkoba. Mungkin hal itu dikarenakan daerahnya ada pantai sehingga arus lalulintas perdedaran narkoba bisa juga melalui akses laut. Jadi kalau dirazia di darat, bisa juga dari laut para bandar atau pengedar itu transaksi. Untuk itulah kami meminta kepada Polres Sibolga agar tidak ratu untuk menembak bandar narkoba itu, dari pada hancur dan rusak semua masyarakat Sibolga ini,”kata Walikota ketika dikonfirmasi di PIA Hotel, Senin, (14/8).

Selain menindak tegas para pelaku dan bandar narkotika, Walikota jugatelah melakukan pemecatakan kepada ASN Pemko Sibolga yang terlibat dengan barang haram tersebut. Untuk itulah Syarfi akan kembali melakukan pemeriksaan test urin kepada para ASN Pemko Sibolga tanpa terkecuali.

“Kemarin itu sudah ada yang kita pecat sekitar 7 orang ASN Pemko Sibolga karena terlibat dengan narkoba. Dan dalam waktu dekat ini akan kita lakukan lagi test urin kepada para ASN, untuk mengetahui apakah masih ada yang terlibat atau terbukti mengkonsumsi narkoba. Kalau terbukti dari hasil pemeriksaan, maka akan dipecat. Saya tidak main-main dengan narkoba ini, karena efeknya sudah sangat menresahkan masyarakat. Jadi kalau pelayan masyarakat saja seperti ASN dan penegak hukum sudah terlibat, bagaimana kita mau memberantas narkoba ini? Jadi perlu pembersihan dari diri sendiri atau instansi masing-masing,”katanya.

Sebagaimana ramai dibertiakan baru –baru ini, bahwa jajaran Polres Sibolga berhasil membekuk pesta sabu-sabu di salah satu perbukitan Sibolga. Akibat dari penggrebekan itu, satu orang meninggal dunia, karena nekat melompat diri perbukitan yang tinggi. Selain itu juga, personil dari Polres Sibolga juga berhasil diamankan Polres Tapteng karena terbukti memiliki narkoba jenis sabu-sabu dalam mobilnya.

Kapolres Sibolga AKBP Remus Hutajulu mengatakan, bahwa Kota Sibolga sudah dalam kondisi darurat narkoba. Ia berpesan agar semua masyarakat sama-sama memerangi narkoba, karena kondisi saat ini para pemakai narkoba sudah berani berpesta pada pagi hari, disaat masyarakat masih sibuk dengan pekerjaan demikian juga pihak keamanan sedang bertugas. (HAT)