oleh

Pemprovsu dan Angkasa Pura Dinilai Tidak Serius Bangun Bandara Silangit

Keterangan foto: Gubernur Sumut dan Bupati Taput serta sejumah pejabat saat berada di Bandara Silangit. (batakpost.com/IST)

Tarutung, 12/8 (Batakpost.com)- Kebijakan Presiden Jokowi untuk menjadikan Kawasan Danau Toba sebagai pilot project 10 Objek Wisata Prioritas perlu diapresiasi dan didukung. Presiden meminta dilakukannya pembangunan infrastruktur, salah satunya Bandara Silangit yang menjadi pintu gerbang masuknya wisatawan lokal dan mancanegara. Namun, sampai saat ini pembangunan Bandara Silangit masih lambat dan belum terlihat sebagai pintu gerbang objek wisata internasional.

Demikian dikatakan Swangro Lumbanbatu, Koordinator Wilayah I dan Sahat Martin Philip Sinurat Ketua Umum Pengurus Pusat Gerakan Mahasiswa Kristen Indonesia kepada batak.post.com di Siborongborong, Sabtu, (12/8).

Swangro Lumbanbatu (Koordinator Wilayah I PP GMKI)  menyatakan, target Presiden dimana akan ada satu juta wisatawan ke Danau Toba akan sulit tercapai jika pembenahan infrastruktur masih dikerjakan setengah hati. Belum lagi persiapan sumber daya manusia di Kawasan Danau Toba masih belum maksimal, dimana masyarakat seharusnya dilatih untuk dapat mengelola pariwisata dengan baik serta mengutamakan nilai-nilai kebudayaan, keramahan, dan pelayanan.

“Seharusnya Gubernur, Tengku Erry Nuradi berperan penting dalam pambagunan bandara silangit, jangan menutup mata dengan hal ini. Gubernur tidak harus perlu sibuk sekali dengan kampanye slogan, fokuslah dalam pembangunan Sumatera Utara. Gubernur juga berhak bertanya kepada Pemerintah Tapanuli Utara, kenapa pembangunan itu tidak jalan sesuai dengan kita harapkan. Jangan hanya mempercayakan penuh dengan Angkasapura dan Pemerintah Tapanuli Utara,”ketusnya.

Komentar

Tinggalkan Balasan

News Feed