oleh

Pemkab Tapteng Tambah Anggaran Untuk Siswa Matauli

Keterangan foto: Bupati Tapteng Bakhtiar Sibarani menandatangani MoU antara Pemkab Tapteng dan Matauli Pandan terkait pemberian anggaran bagi putra/i Tapteng yang sekolah di SMAN1 Matauli Pandan. (batakpost.com/HAT)

Pandan, 6/8 (Batakpost.com)- Walaupun status SMAN1 Matauli Pandan sudah menjadi naungan Provinsi Sumatera Utara, Pemkab Tapteng tetap menganggarkan dana untuk putra/i Tapteng yang sekolah di sana. Bahkan tahun depan Pemkab Tapteng menambah anggaran dari 30 orang, menjadi 40 orang.

“Saya sudah perintahkan kepada Bappeda agar tahun depan ditambah anggaran kepada putra/i Tapteng yang sekolah di SMAN 1Matauli Pandan. Kalau selama ini hanya untuk 30 orang saja, tahun depan untuk 40 orang. Itu sebagai bukti bahwa Pemkab Tapteng perhatian dan mendukung anak-anak Tapteng yang mau sekolah di Matauli Pandan tapi tidak mampu dibidang ekonomi,”kata Bakhtiar saat menyampaikan sambutan pada acara penghukuhan siswa baru SMAN 1 Matauli Pandan angkata XXIV, Sabtu, (5/8), yang disaksikan oleh Akbar Tanjung selaku Ketua Yayasan Maju Tapian Nauli.

Diakui Bupati, dengan adanya SMAN1 Matauli Pandan, nama Kabupaten Tapanuli Tengah dan Kota Sibolga dikenal di seluruh Nusantara. Jadi kepada adek-adek yang pingin sekolah di tempat ini tapi tidak punya biaya namun punya kemampuan dalam bidang akademik jangan ragu, Pemkab Tapteng akan membiayainya.

“Saya titipkan anak-anak Tapteng yang sudah sekolah di tempat ini kepada pak Kadis Pendidikan Provinsi, kepada pak Murdianto sebagai Kepala Sekolah dan juga kepada guru-guru. Dan para orangtua murid, jangan risauh percayakan anak-anak kita didik di tempat ini, karena menjadi suatu kebanggan jika anak kita bisa menimbah ilmu di sekolah ini. Dan kepada anak-anak kami, jika sudah berhasil nanti jangan pula lupa akan kampung halamanmu dan Matauli Pandan ini,”pesannya.

Pada kesempatan itu juga dilakukan penandatangan MoU antara SMAN1 Matauli Pandan dengan Pemkab Tapteng terkait pemberian anggaran untuk putra/i Tapteng yang bersekolah di Matauli Pandan. (HAT)

Komentar

Tinggalkan Balasan

News Feed