oleh

D.l. Sitorus Dalam Ingatan

-Editorial-7.722 views

D.L. akhirnya pergi merantau, dan meninggalkan sang ibu yangg amat sangat disayanginya.

D.L. bercerita ke saya, sejak dia meninggalkan sang ibu, sejak itulah air mata seakan tak pernah absen dalam hidupnya. Pelukan dan air mata, serta lambaian tangan ibu ku, tergiang terus dalam hidupku.

Sesampai di Jakata, D.L. bekerja sebagai buruh kasar, di Tanjung Periok Jakarta, dan berkat kegetiran, kepahitan, hidup yang dialaminya, mengajarkan D.L. untuk tabah, tahan menderita, kerja keras, seraya berdoa, dan mengingat poda dan nasehat ibunya.

Waktu terus berjalan, D.L. semakin dewasa, dan berumahtangga, serta memiliki anak.

Tak diimpikan, tak direncanakan, akhirnya berkat Tuhan datang, dan terus datang dalam hidup DL. Usaha pun tumbuh dan berkembang pesat, dan tampil sebagai pengusaha papan atas secara nasional. Mulai dari perkebunan, pendidikan, perbankan, perhotelan, perdagangan, perumahan, rumah sakit tumbuh bagai bunga bakung.

D.L. pun semakin yakin, dengan doa, pelukan, rintihan sang ibu, bahwa anak sasada, anak yatim menjadi saluran berkat bagi banyak orang.

Komentar

Tinggalkan Balasan

News Feed