Bah..Untuk Kenaikan Golongan di Kantor Kemenag Harus Bayar Rp 5 Juta

oleh
Keteranga foto: Kantor Kemenag Deliserdang. (INT)

Lubukpakam, 3/8 (Batakpost.com)- Sejumlah Aparatur Sipil Negara (ASN) di kantor Kementerian Agama Kabupaten Deliserdang khususnya di Bagian Bimas Kristen yang ingin mengurus kenaikan golongan mengeluh. Pasalnya, untuk kenaikan golongan dari IV/A ke IV/B mereka dipatok bayaran Rp 5 juta per orang dengan dalih uang administrasi.

Informasi diperoleh, ada 20 ASN yang hendak mengurus kenaikan golongan tersebut. Mereka mengaku diharuskan membayar Rp 5 juta per orang untuk uang administrasi. Jelas mereka gak terima. Alhasil ulah nakal oknum di Kemenag Deliserdang mencuat kepermukaan.

Selain pungli kenaikan golongan, juga adanya dugaan laporan bulanan penyuluh yang ditukangi. Seperti dialami penyuluh Lamria Pasaribu STh. Laporan bulanan miliknya April hingga Juni dicoret oleh oknum Kasi Bimas Kristen, sehingga memperlambat dan mempengaruhi kinerjanya. Bahkan berdampak dengan uang tunjangan kinerja (tukin) yang sejatinya diambil secara triwulan. Namun hingga 7 bulan belum juga bisa diambil.

Ujung-ujungnya, F Sinaga, suami Lamria kesal setengah mati. Kepada wartawan, Sabtu (29/7) di Lubukpakam, F Sinaga membeber laporan bulannya istrinya dicoret oknum Kasi Bimas Kristen Kemenag, Dra Delima Banjarnahor.

Sinaga menduga oknum tersebut tidak suka dengan istrinya. Sehingga istrinya dirugikan. Karenanya, Sinaga sudah mengadukannya ke Kanwil dan Kemenag Deliserdang guna diambil tindakan tegas.

“Saya akan lawan kemanapun, karena data ada ditangan saya,”ungkap Sinaga sembari menyerahkan copian laporan bulanan penyuluh yang tidak dicoret. Padahal laporannya sama persis dengan laporan istrinya.

“Ada apa ini semua,” ujar Sinaga tak habis pikir.

Kasi Bimas Kristen Kemenag Deliserdang, Dra Delima Banjarnahor ketika dikonfirmasi wartawan via selular, Minggu (30/7) sore, tak mau mengangkat hapenya. Sama halnya dengan staf pengawas Asela Hasugian.

Sementara Kakan Kemenag Deliserdang, Tolibun Pohan SAg membantah adanya pungli di tempatnya.

“Setelah kita pelajari tidak ada indikasi pungli. Lagian sampai saat ini saya belum ada menandatangi kenaikan pangkat bawahan saya,”bilangnya via selular, Minggu. (metrokampungnews.com)